nusabali

BPBD Tabanan Simulasi Gempa Tingkatkan Kewaspadaan

  • www.nusabali.com-bpbd-tabanan-simulasi-gempa-tingkatkan-kewaspadaan

TABANAN, NusaBali - Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Tabanan gelar simulasi gempa di SMPN 2 Tabanan pada Rabu (26/4). Simulasi yang dilakukan serangkaian Hari Kesiapsiagaaan Bencana Nasional (HKBN) ini sekaligus untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan petugas.

Apalagi sekarang ini di Tabanan ada 10 desa rawan tsunami saat terjadi gempa besar. Dan dari 10 desa yang rawan tsunami, baru ada 1 alat pendeteksi tsunami yang berlokasi di Banjar Kedunggu, Desa Belalang Kecamatan Kediri. Rencananya BPBD akan mengusulkan tiga alat pendeteksi tsunami ke BNPB. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri mengatakan simulasi gempa yang dilakukan tujuannya untuk meningkatkan kesiapsigaan masyarakat. Terutama di SMPN 2 Tabanan memiliki gedung bangunan bertingkat dan tak luas disertai dengan jumlah warga sekolah yang lumayan banyak. "Semacam memberikan edukasi dan teknis cara menyelamatkan diri bila sewaktu-waktu terjadi bencana," jelasnya. 

Disebutkan dalam simulasi ini seluruh petugas dan warga sekolah terlibat. Simulasi menggambar adanya gempa bumi saat siswa sedang melakukan pembelajaran. "Dalam simulasi ini teknis penyelamatan diri kita bekali, bagaimana cara melindungi kepala agar tak dijatuhkan benda dan mencari tempat aman untuk berlindung," bebernya. 

Apalagi, jelas Sri Nadha Giri, di Tabanan ada 10 desa pesisir yang rawan terjadi tsunami bila adanya gempa besar. Dan dari 10 desa tersebut. baru 7 desa yang sudah menjadi desa tangguh bencana. Sementara  3 desa lainnya belum seperti Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Desa Antap Kecamatan Selemadeg dan Desa Selabih kecamatan Selemadeg Barat belum menjadi desa tangguh.

 

"Dari tiga desa yang belum menjadi desa tangguh bencana, tahun ini kita usulkan dua dulu di Tegal Mengkeb dan di Desa Antap, karena sesuai kemampuan anggaran juga,"terangnya.

Menurutnya untuk pembentukan dua desa tangguh bencana tersebut, dianggarkan Rp 40 juta dengan masing-masing desa akan digelar kegiatan sosialisasi kesiapsiagaan bencana. "Sementara baru sosialisasi belum sampai sarana prasarana pendukung," jelasnya. 

Dan untuk memberikan rasa aman, BPBD Tabanan tengah mengajukan usulan pemasangan rambu dan tanda peringatan tsunami untuk di tiga titik daerah pesisir, kepada BNPB. Seperti diketahui, untuk tanda peringatan tsunami, baru ada satu di wilayah kabupaten Tabanan yakni di banjar Kedungu, desa Belalang, kecamatan Kediri.

"Karena harus ada persetujuan dari BNPB, kami sudah usulkan, karena Tabanan baru satu di banjar kedungu, Kediri. Paling tidak masih perlu tiga alat yang harus dipasang untuk deteksi dini tsunami,"tandas Sri Nadha Giri. 7des

Komentar