nusabali

Diskarmat Bentuk Laskar Sapugeni

Maksimalkan Penanganan Kebakaran di Badung

  • www.nusabali.com-diskarmat-bentuk-laskar-sapugeni

MANGUPURA, NusaBali
Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung akan membentuk Barisan Sukarelawan Kebakaran yang diberi nama Laskar Sapugeni. Tujuan pembentukan Laskar Sapugeni ini untuk meningkatkan response time penanganan kebakaran.

“Rencananya tim ini akan dibentuk minimal lima orang. Namun jumlah ini akan disesuaikan dengan luas desa. Bisa lebih dari lima tergantung dari relawan yang ada. Mereka akan mendapatkan pelatihan dan edukasi terkait penanganan kebakaran,” ujar Kepala Diskarmat Badung Wayan Wirya di Mangupura, seperti dilansir Antara Kamis (16/3).

Dia mengatakan, nantinya tim Laskar Sapugeni akan direkrut dari para relawan yang ada di setiap desa yang sudah terlatih dan mendapatkan edukasi agar ketika ada kebakaran penanganan dapat dilakukan secara lebih baik dan mempercepat response time. Menurut Wirya, untuk penanganan suatu kejadian kebakaran, pihaknya memiliki batas waktu response time 15 menit. Waktu tersebut terhitung sejak adanya laporan kebakaran sampai armada tiba di lokasi.

Saat ini, kata dia, tim Laskar Sapugeni sudah ada di seluruh wilayah Kecamatan Petang. Selain itu untuk penanganan di wilayah Badung selatan utamanya kawasan pariwisata The Nusa Dua, juga telah disiapkan tim tersebut di Desa Adat Bualu dan Peminge. “Kami telah menyebar pos di setiap kecamatan, sehingga waktu 15 menit itu bisa kami capai bahkan bisa kurang dari itu,” katanya.

Wirya menambahkan selain berfokus pada penanganan, Diskarmat Badung pun melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran. Upaya ini dilakukan dengan melakukan edukasi, seperti banyak dilakukan kepada karyawan hotel. “Hotel-hotel kawasan Badung Selatan selalu meminta kami untuk melakukan edukasi terhadap karyawan-karyawannya. Lalu di tingkat masyarakat, kami juga melakukan edukasi ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Di sisi lain, selain penanganan dan pencegahan kebakaran, Diskarmat Badung juga sering diminta menangani keluhan masyarakat. Seperti terkait permasalahan sarang tawon dan temuan ular. “Keluhan masyarakat yang masuk ke kita sangat sering,” kata Wirya. *ant

Komentar