nusabali

Badung Pimpin Raihan Emas Karate

Coki dan Nadia Absen, Klungkung Lempar Handuk

  • www.nusabali.com-badung-pimpin-raihan-emas-karate

Nariana berharap terus ada tambahan medali emas tiap hari. Dimulai dari tenis lapangan, lalu sepak takraw, berlanjut di karate, serta cabor lainnya diharapkan konsisten menyumbangkan medali emas.

SEMARAPURA, NusaBali
Kontingen cabang olahraga karate Badung memimpin klasemen sementara raihan medali emas Porprov Bali XV/2022, di GOR Swecapura, Klungkung. Hingga Senin (14/11) malam, tim karate Badung meraih dua medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Sedangkan tuan rumah Klungkung dipastikan lempar handuk di cabor karate alias gagal menjadi tim terbaik.

Badung memimpin raihan medali setelah pada Senin mampu menjadi yang terbaik dari tujuh kelas yang dipertandingkan pada hari pertama. Sedangkan karateka Denpasar kebagian 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Lalu Bangli 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, selanjutnya Buleleng 1 emas, dan 3 perunggu, serta Klungkung hanya meraih 2 perunggu.

Ketua umum KONI Badung Made Nariana berharap terus ada tambahan medali emas tiap harinya. Dimulai dari tenis lapangan, lalu sepak takraw, berlanjut di karate, serta cabor lainnya diharapkan terus konsisten menyumbangkan medali emas di Porprov Bali.

"Semoga ini menjadi penyemangat cabor lainnya untuk terus berupaya menjadi yang terbaik di kelas dan cabor yang diikutinya," kata Nariana.

Sementara itu Ketum KONI Klungkung, Wayan Yanik Subamia langsung lempar handuk begitu dua karateka andalannya Cokorda Istri Sanistyarani kelas -55 kg putri dan Ni Made Nada Dwimayanthi kelas - 68 kg putri tidak dapat tampil dalam pesta olahraga multi event dua tahunan antar kabupaten/kota di Bali. Menurut Yanik Subamia, awalnya karate menjadi salah satu andalan Klungkung tiap gelaran Porprov, namun saat ini sulit baginya di cabor karate.

"Coki atlet label dunia, sedangkan Nada tidak dapat izin dari kesatuannya karena BKO tugas di KTT G20. Padahal kedua - duanya berpotensi meraih medali emas termasuk di beregu putri juga potensi medali emas, ini kita kehilangan medali tiga emas di cabor karate," papar Yanik Subamia, yang juga mantan pengurus panjat tebing Bali itu.

Meski begitu, kata Subamia, pihaknya masih tetap optimistis mampu memecahkan kebuntuan meraih medali emas.  Menurunya, karena diawal itu banyak cabor dipertandingkan yang bukan unggulan Klungkung. Untuk itu setelah pembukaan nanti dia yakin atletnya mampu merealisasikan medali emas.

"Kita terpacu untuk pecahkan medali emas," tegas Yanik Subamia. Yanik menegaskan, pihaknya juga siap bertanggungjawab jika KONI Klungkung gagal berprestasi di Porprov Bali 2022.  Jika Klungkung berhasil mencapai target masuk lima besar klasemen akhir, kata Subamia, hal itu adalah keberhasilan bersama.

“Jika tidak, saya yang bertanggungjawab penuh," papar Yanik Subamia. Menurutnya, Klungkung berharap bisa bertengger di 5 besar dengan sejumlah cabor dan nomor pertandingan yang telah disiapkan untuk memberikan kejutan di Porprov Bali. *dek

Komentar