nusabali

Siap Siaga Bencana Alam, UDD PMI Provinsi Bali Amankan Stok Darah

Undang Masyarakat Giatkan Donor Darah Sukarela

  • www.nusabali.com-siap-siaga-bencana-alam-udd-pmi-provinsi-bali-amankan-stok-darah

DENPASAR, NusaBali.com – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali bersiap dan siaga untuk mengamankan stok darah menghadapi bencana alam di wilayah Bali.

Menjelang akhir tahun dan memasuki musim penghujan, cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan angin kencang pun terjadi. Per Senin (17/10/2022) kemarin, hampir seluruh wilayah di Provinsi Bali mengalami cuaca buruk diikuti bencana dari tingkat ringan hingga parah.

Kerusakan infrastruktur, tersendatnya mobilitas masyarakat, dan korban jiwa pun tidak terhindarkan. Selain dari segi mitigasi kebencanaan, kesiapsiagaan dari segi medis pun diperlukan, salah satunya adalah keamanan stok kantong darah.

Dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pelayanan Donor UDD PMI Provinsi Bali, dr Nyoman Sastrini, 39, menyatakan bahwa UDD PMI Provinsi Bali dalam kondisi siap mengamankan stok darah untuk menghadapi situasi kebencanaan.

“UDD PMI Provinsi Bali siap dan siaga untuk (mengamankan) stok darah menghadapi bencana yang terjadi,” tegas dr Sastrini, Selasa (18/10/2022) siang.

Berdasarkan keterangan Humas dan Rekrutmen Donor UDD PMI Provinsi Bali, Made Geria Armita, 60, rata-rata stok darah 100 kantong yang diperlukan per hari selama seminggu ke depan dilaporkan dalam kondisi aman.

Meskipun tidak bertanggung jawab langsung dengan ketersediaan kantong darah di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali, UDD PMI tingkat provinsi bertugas sebagai backup apabila di daerah terjadi kedaruratan stok kantong darah. Selain itu apabila dibutuhkan transfusi khusus seperti komponen plasma dan lain-lain, hanya UDD PMI tingkat provinsi yang dapat melakukan.

Menurut Made Geria, sampai pukul 13.00 Wita hari ini, Selasa, sementara sudah siap total 246 kantong darah. Dikatakan sementara lantaran menjelang sore, dua kendaraan van berisi kantong darah datang dari dua kelompok donor yakni BMKG Wilayah III Denpasar dan tempat wisata Tlaga Singha di Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

“Berdasarkan jadwal-jadwal donor darah dalam seminggu ini, kami prediksi keperluan stok darah 100 kantong per hari itu masih bisa dipenuhi,” ujar Made Geria ketika ditemui di UDD PMI Provinsi Bali dalam kawasan RSUP Prof Ngoerah (Sanglah), Selasa sore.

Walaupun diprediksi stok darah masih tergolong aman, di kondisi cuaca hujan dan ekstrem seperti saat ini, UDD PMI Provinsi Bali pun cukup mengalami kesulitan dalam menggalang Donor Darah Sukarela (DDS).

Biasanya, secara rutin dilakukan pelaksanaan DDS di parkiran timur Niti Mandala Renon. Namun, cuaca saat ini yang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan di luar ruangan menyebabkan acara rutin tersebut terpaksa ditiadakan sementara.

Di lain sisi, stok darah yang sudah terkumpul hanya dapat dipakai dalam kurun waktu 14-30 hari. Kata Made Geria, kantong darah tersebut paling bagus harus sudah digunakan kurang dari dua minggu.

Oleh karena itu, selaku Humas dan Rekrutmen Donor Darah UDD PMI Provinsi Bali, Made Geria mengundang masyarakat yang sudah memenuhi syarat, sudah pernah donor, dan sudah dapat melakukan donor kembali untuk tetap menjaga semangat jiwa sosial.

“Donor darah hendaknya tetap dapat dilaksanakan baik perseorangan maupun kelompok. Apalagi di situasi bencana seperti saat ini, jangan sampai surut. Harus dilihat kemungkinan yang dapat membahayakan,” ucap Made Geria yang juga penerima Satyalencana Kebaktian Sosial pada tahun 2010 dengan 150 kali donor darah ini.

Made Geria menambahkan bahwa jika terjadi kemungkinan terburuk akibat bencana alam, UDD PMI Provinsi Bali bersiap memberdayakan 60 persen dari 10.000 donor darah perseorangan aktif yang terdaftar. Selain itu, 50 persen dari 700 kelompok donor darah aktif pun direncanakan akan dioptimalkan. *rat

Komentar