nusabali

Hujan 4 Jam, Banjir Kepung Jembrana

BPBD Sempat Kerahkan Perahu Karet, Tiga SD Diliburkan

  • www.nusabali.com-hujan-4-jam-banjir-kepung-jembrana
  • www.nusabali.com-hujan-4-jam-banjir-kepung-jembrana

Ada tiga SD meniadakan aktivitas belajar mengajar di sekolah karena terdampak banjir, yakni SDN 1 Loloan Timur, SDN 5 Baluk, dan SDN 2 Tegal Badeng Barat.

NEGARA, NusaBali

Wilayah Kabupaten Jembrana dikepung banjir, Kamis (13/10) pagi. Banjir yang merendam rumah termasuk sejumlah fasilitas umum ini terjadi menyusul hujan deras selama sekitar 4 jam mulai pukul 02.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita. Sebanyak tiga (3) Sekolah Dasar (SD) di Jembrana diliburkan sebagai dampak dari banjir. Kemudian BPBD Jembrana juga sempat mengerahkan perahu karet untuk mengangkut warga dan siswa yang terjebak banjir.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, paling tidak ada laporan sebanyak 10 titik banjir pada, Kamis kemarin. Dari 10 titik itu, dilaporkan ada 97 rumah warga yang terendam di 9 titik banjir. Sebaran 10 titik banjir itu, di antaranya di Jalan Gunung Agung, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, nihil merendam rumah. Banjir di Jalan Delima, Kelurahan Barat, Kecamatan Negara, dengan merendam 24 rumah. Banjir di Jalan Semangka, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, dengan merendam 15 rumah.

Kemudian ada 5 titik banjir yang merendam sebanyak 43 rumah wilayah Desa Baluk, Kecamatan Negara. Di antaranya di Banjar Rening merendam 8 rumah, di Banjar Anyar merendam 7 rumah, di Banjar Jati merendam 7 rumah, di Jalan Kamboja, Banjar Baluk I merendam 5 rumah, dan di Jalan Raya Baluk, Perumahan Graha Wardana merendam 16 rumah.

Kemudian 2 titik banjir lainnya yang juga dilaporkan ke BPBD Jembrana, masing-masing di Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, dan di Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Untuk banjir di Banjar Pangkung Buluh, Kaliakah, dilaporkan merendam 4 rumah. Sedang banjir di Banjar Puseh, Tuwed, dilaporkan merendam 11 rumah.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jembrana, I Made Sapta Budiarta mengatakan 10 titik banjir yang terdata itu adalah banjir yang dilaporkan dan sudah ditangani petugas BPBD Jembrana.

Di luar 10 titik banjir itu, juga ada beberapa titik banjir lainnya yang tidak dilaporkan. "Seperti ada banjir di wilayah Tegal Badeng Barat (Kecamatan Negara). Tetapi itu tidak dilaporkan. Namun kita juga sempat cek ke lapangan, dan airnya sudah surut," ujar Budiarta.

Di samping merendam rumah warga, kata Budiarta, juga ada sejumlah fasilitas umum yang terendam banjir. Seperti ada merendam Mushola dan beberapa Sekolah Dasar (SD). "Selain curah hujan tinggi, banjir juga terjadi karena ada penyempitan drainase. Sehingga air meluap ke jalan dan menggenangi sejumlah rumah warga. Terutama rumah yang ada di dataran lebih rendah dari jalan," ucap Budiarta.

Secara umum, kata Budiarta, sementara belum ada laporan dampak kerusakan bangunan akibat banjir itu. Namun banjir di sejumlah lokasi itu, sempat mengganggu aktivitas warga. Setelah menerima laporan, sudah dilakukan beberapa penanganan dengan melakukan penyedotan air. "Rata-rata air sudah surut setelah 3 jam," ujarnya.

Di samping penyedotan air di beberapa lokasi banjir itu, Budiarta mengaku juga sempat mengerahkan perahu karet untuk mengantarkan warga yang terjebak banjir di Jalan Gunung Agung, Kelurahan Loloan Timur. Bantuan perahu karet itu juga dikerahkan untuk mengantarkan 5 orang siswa dan 2 orang guru MIN 1 Jembrana yang akan berangkat ke sekolah.  

"Kita turunkan bantuan perahu karet ke sana atas permintaan Kepala Lingkungan (Kaling). Warga kita bantu melewati banjir dengan rubber boat (perahu karet). Kebetulan di wilayah yang tergenang banjir di sana, ada beberapa siswa dan guru yang akan berangkat ke sekolah," ujar Budiarta.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, ada 3 sekolah dasar (SD) yang meniadakan aktivitas belajar mengajar di sekolah karena terdampak banjir Kamis kemarin. Ketiga SD itu, masing-masing SDN 1 Loloan Timur, SDN 5 Baluk, dan SDN 2 Tegal Badeng Barat.

"Dilakukan pembelajaran secara daring. Kita berikan kebijakan itu karena areal sekolah sempat kebanjiran. Daripada membahayakan siswa. Tapi tadi siang, banjir di sekolah sudah mulai surut. Kemungkinan besok (hari ini) sudah kembali belajar di sekolah," ucap Kadisdikpora Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra. *ode

Komentar