nusabali

Sikapi Kenaikan BBM, Perwakilan PO Bus Dikumpulkan di Terminal Mengwi

  • www.nusabali.com-sikapi-kenaikan-bbm-perwakilan-po-bus-dikumpulkan-di-terminal-mengwi

MANGUPURA, NusaBali.com – Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi di Terminal Tipe A Mengwi mendukung keputusan Pemerintah Pusat untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) asal pembelian Biosolar tidak ada pembatasan.

Pada Senin (5/9/2022), beberapa perwakilan PO yang beroperasi di terminal yang terletak di Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung tersebut dikumpulkan oleh Satuan Pelayanan Terminal untuk menyikapi kenaikan harga BBM termasuk Biosolar.

“Kami mengumpulkan beberapa perwakilan PO terkait kenaikan harga BBM sambil menunggu keputusan pemerintah,” jelas Ahmad Erwin Rahadi, Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Terminal Tipe A Mengwi, saat ditemui usai rembuk dengan perwakilan PO, Senin sore.

Sementara belum ada kesepakatan pasti dari rembuk tersebut. Namun, para perwakilan PO diberikan ruang untuk menyampaikan kendala dan usulan mereka. Lantaran, beberapa PO sudah menaikkan harga tiket mereka secara bervariasi dan bahkan sudah ada yang melakukan penaikan harga tiket per harga BBM naik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para perwakilan PO, sudah ada wacana maupun rancangan bahwa harga tiket maksimal dinaikkan sebesar 38 persen.

“Kami ini ya wajar-wajar saja di lapangan, kami kan tidak terlalu saklek. Ya, nyari kesepakatan antara kedua pihak (PO dan manajemen terminal) itu sajalah,” kata Dewa Gede Jenawa, perwakilan PO Bali Perdana.

Dewa mengakui hanya menaikkan harga tiket sebesar Rp 25.000 saja dari harga awal Rp 200.000 untuk jurusan tunggal Surabaya yang dilayani perusahaannya. Ia sendiri cukup gelisah menaikkan harga lebih tinggi lantaran takut ditinggal penumpang yang kata Dewa saat ini susah dicari.

Sementara perwakilan dari PO Restu Mulya, Dewi Larasati pun mengaku akan mendukung kebijakan pemerintah yang ia rasa pasti sudah ada hitung-hitungannya sebelum diputuskan. Terlebih lagi, kata Dewi, penaikan harga tiket tersebut sudah ada seiring naiknya harga suku cadang bus belakangan ini.

“Setiap PO punya hitungannya sendiri, itu dilakukan secara bertahap nanti karena biaya penyeberangan juga masih belum berubah,” kata Dewi saat ditemui usai mengikuti rembuk bareng Satpel Terminal Tipe A Mengwi.

Dewi pun menjelaskan komunitas PO Terminal Mengwi mendukung keputusan pemerintah dengan catatan alokasi Biosolar per nomor polisi tidak dibatasi. Kata Dewi, selama ini setiap bus hanya dibatasi membeli Biosolar maksimal 200 liter dalam sehari.

“Kita semua mendukung karena ini pemerintah pasti kan ada hitungannya sendiri. Cuman itu tadi, kita disupport juga, jangan sampai solar itu masih terjatah. Sampai hari ini kan masih itu, 200 liter sehari,” tutur Dewi.

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, dari pengalaman kenaikan harga tiket sebelum-sebelumnya, konsumen biasanya mengikuti lantaran PO perjalanan sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang bepergian.

Namun, Dewi berpesan sebagai PO harus profesional dengan meningkatkan pelayanan terhadap penumpang karena sudah menaikkan harga, sehingga penumpang merasa layak mengeluarkan biaya lebih. *rat

Komentar