nusabali

Harga Telur di Denpasar Masih Tinggi, Pedagang Tak Raup Banyak Keuntungan

  • www.nusabali.com-harga-telur-di-denpasar-masih-tinggi-pedagang-tak-raup-banyak-keuntungan

DENPASAR, NusaBali.com – Harga telur ayam kelas tanggung, besar, dan super di Kota Denpasar terbilang masih tinggi pasca mengalami kenaikan sejak pekan sebelumnya. Meski harga komoditi ini tinggi, pedagang tak meraup banyak untung lantaran jumlah pembeli menurun.

Per Selasa (30/8/2022) harga telur kelas besar di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari berada di kisaran harga Rp 55.000 per tray (kerat) yang berisi 30 butir telur. Sedangkan di Pasar Kreneng, telur dari kelas super mencapai kisaran Rp 56.000-Rp 60.000 per kerat.

Enam pedagang telur di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari rata-rata menjual telur kelas tanggung dan besar saja. Untuk dua kelas tersebut, pedagang hanya mengambil untung Rp 1.000-Rp 2.000. Telur kelas tanggung dibeli pedagang dari supplier seharga Rp 50.000-Rp 51.000 per kerat dan dijual ke pembeli dengan harga Rp 52.000.

Sementara untuk telur kelas besar di kedua pasar tersebut dipasok dengan harga Rp 53.000 yang kemudian dipasarkan para pedagang seharga Rp 55.000. Telur yang berasal dari Tabanan, Bangli, dan Klungkung tersebut, kini masih sepi pembeli.

Ketut Sukasih, 52, salah satu pedagang telur di lantai dua Pasar Badung mengaku harga telur mulai naik sejak awal bulan Juli dan konstan naik senilai Rp 1.000 pada setiap pekannya. Dari harga stabil Rp 30.000-Rp 40.000an, melonjak ke Rp 50.000 dan per Selasa, berada di angka Rp 55.000.

Senada dengan Sukasih, salah satu pedagang telur di Pasar Kumbasari, Wardani, 65, mengaku malu membeberkan omzetnya dalam sehari. Sebab, keuntungan kecil yang didapatnya adalah bruto untuk menambal pengeluaran operasional dan overhead mereka di pasar.

“Berapa ya, malu saya bilangnya. Cuma cukup untuk makan saja,” kata Wardani saat ditemui di tempat dagangannya di basement Pasar Kumbasari

Telur-telur tersebut, baik besar maupun tanggung dijual Rp 2.000 per butir, dengan asumsi sudah mendapat keuntungan tipis dari harga pokok Rp 50.000 per 30 butir kelas tanggung dan Rp 53.000 per 30 butir kelas besar.

Sementara itu, di Pasar Kreneng, kelas tanggung dijual seharga Rp 1.800 per butir atau Rp 54.000 per kerat. Sedangkan kelas super dijual di kisaran Rp 2.000 per butir atau Rp 56.000-Rp 60.000 per kerat.

Anak Agung Ayu Tari, 74, salah satu pedagang senior di Pasar Kreneng yang menjual bahan pokok mengaku jumlah pengunjung pasar masih sepi sejak terjadi inflasi harga kebutuhan pokok.

“Sepi sajan, suung-suung sekali, semenjak ada kenaikan harga semuanya sepi, telurnya baru-baru ini menyusul,” ujar Ayu Tari yang sudah berjualan di Pasar Kreneng sejak 1965.

Dari lima pedagang yang ditemui NusaBali.com di ketiga pasar tersebut, semuanya mengutarakan hal yang senada dengan Ayu Tari. Mereka berharap harga-harga barang kembali stabil sehingga baik pedagang maupun pembeli dapat kembali bergairah untuk berekonomi di pasar.

Tetapi, ada sedikit kabar baik untuk pembeli bahwa harga telur bebek di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari turun dari Rp 3.000 menjadi Rp 2.500 per butir. *rat

Komentar