nusabali

DPRD Sebut Karena Kesalaan Konstruksi

Atap Gedung SDN 1 Batungsel Ambruk

  • www.nusabali.com-dprd-sebut-karena-kesalaan-konstruksi

TABANAN, NusaBali
Pascaambruk atap gedung SDN 1, Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Komisi IV DPRD Tabanan meninjau ke lokasi Sabtu (18/12).

Dari hasil pengamatan, Komisi menemukan kejadian itu karena kesalahan konsruksi. Dewan ini minta kejadian serupa tak terulang kembali. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana. Dia menegaskan kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali. Kajadian ini jangan sampai menimbulkan trauma kepada siswa dan guru yang akan melaksanakan pembelajaran. “Tolong hal seperti ini jangan sampai terulang kembali,” tegasnya, Minggu (19/12).

Dia mamastikan, gedung sekolah ini ambruk karena ada kesalahan konstruksi. “Tapi pemborong ini sudah mau bertanggung jawab akan menyelesaikan permasalahan dengan mengganti kap baja baru. Pengerjaannya selama 45 hari ke depan,” tegasnya.

Dia menekankan, proyek gedung yang akan digarap nantinya harus dikerjakan sesuai standar. ‘’Komitmennya seperti apa, harus sesuai perencanaan. Karena gentengnya berat, maka kap tak kuat menopang, jadi ambruk,” imbuhnya.

Dengan kejadian itu, Komisi IV DPRD Tabanan akan duduk bersama dengan Dinas Pendidikan dan Inspektorat Tabanan untuk mengkaji kejadian itu. Apakah ini ada temuan atau bagaimana. “Kami akan duduk bersama membahas dan mengkaji kembali dengan mengundang instansi terkait,” tegas politi PDIP asal Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan ini.  

Hal serupa disampaikan anggota DPRD Tabanan Made Suarta yang ikut meninjau ambruknya atap SDN 1 Batungsel. Dia juga menyarankan kepada rekanan, pembuatan konstruksi baik kuda-kuda dan jarak bentang antar tiang, jangan 90 cm. Namun cukup 80 cm sehingga kualitas bangunan gedung bisa terjaga dan aman untuk semua pihak. “Kejadian seperti ini, jangan terulang kembali. Syukur kejadiannya malam hari dan tidak ada aktivitas,” ucapnya.

Gedung SDN 1 Batungsel, ambruk, Kamis (17/12) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Gedung yang direnovasi tersebut untuk ruangan belajar anak kelas 1, 2, 3, dan 4. Namun ambruk pada bagian kelas 4. Renovasi gedung tersebut mendapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan Gusti Putu Ngurah Darma Utama sudah mendapat laporan tentang atap gedung ambruk. “Kami sudah tugaskan Kabid SD ke lokasi dan mengevaluasi bersama PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), penyedia, dan pengawas,” jelasnya.

Dikatakan, dari hasil pengecekan sementara, atap ambruk karena kekuatan kap baja lama tidak mendukung penggantian atap bahan genteng. Kap baja sesuai perencanaan, memang tidak diganti sehingga menyebabkan jebol. “Kami sudah menegur pelaksana. Pelaksana sanggup untuk memperbaiki dengan menandatangani surat pernyataan dalam waktu 45 hari kerja,” tandas Darma Utama. *des

Komentar