nusabali

Target, 70.000 Ekor Anjing Divaksin

  • www.nusabali.com-target-70000-ekor-anjing-divaksin

25 persen anjing dipelihara dengan baik, 50 persen anjing tidak dipelihara baik, dan 25 persen anjing liar.

Buntut Tiga Desa Berstatus ‘Awas Rabies’


GIANYAR, NusaBali
Bidang Kesehatan Hewan (keswan) Dinas Pertanian Gianyar menargetkan 70.000 ekor anjing mendapatkan vaksinasi rabies selama periode vaksinasi massal April - Juli 2017. Target ini menyusul temuan kasus anjing positif rabies tahun 2016 di tiga desa, sekaligus berstatus ‘awas rabies’.

Tiga desa itu, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, dan Desa Sukawati serta Desa Batubulan, Kecamatan Sukwati.

"Estimasi kami ada sekitar 70.000 anjing di wilayah Gianyar. Sampai Juli nanti, kami harapkan semuanya bisa divaksinasi," jelas Kasi Keswan Dinas Pertanian, Drh Ketut Ariyasa saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/5).

Kasus anjing positif rabies ini secara rinci terjadi di Banjar Bedil, Desa Sukawati, Banjar Tegal Jaya, Desa Batubulan dan Banjar Kembengan, Desa Tulikup. Untuk menyasar ribuan anjing tersebut, pihaknya membuat 3 tim terdiri dari reguler, e-tim dan kader desa. Tim reguler bergerak mencakup wilayah banjar per banjar. Sedangkan tim untuk anjing liar bergerak menyasar setiap anjing yang ditemukan berkeliaran di wilayah Kabupaten Gianyar. Kader desa dikerahkan untuk memvaksin anjing-anjing yang masih tercecer. "Tim Reguler kami sudah jadwalkan setiap hari, kecuali hari libur untuk memvaksin di balai banjar. Tim ini juga bisa masuk ke rumah-rumah warga untuk memvaksin anjing yang bisa dihandel. Untuk anjing liar yang tak bisa dihandel, kami terjunkan e-tim khusus di lapangan," jelasnya.

Sejak 8 Mei - 15 Mei, sebanyak 4.105 ekor anjing telah divaksin. Selain itu, 47 kucing dan 4 ekor kera telah divaksin. Menurut Ariyasa, dari estimasi populasi anjing di Gianyar pihaknya memperkirakan hanya 25 persen dipelihara dengan baik. "Sekitar 50 persen tidak dipelihara dengan baik, dan 25 persen merupakan anjing liar," jelasnya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi massal juga telah dilakukan eleminasi untuk tiga ekor anjing di wilayah Desa Buruan, Blahbatuh. Eleminasi sendiri dilakukan atas permintaan pemilik anjing. Menurut Ariyasa, eleminasi adalah langkah terakhir dalam penanganan rabies dan syaratnya jika anjing terinfeksi rabies, sempat kontak dengan anjing positif rebies, mengalami sakit parah atau atas permintaan keluarga. "Penanganan rabies yang paling utama itu tetap vaksinasi. Dengan vaksinasi potensi penularan rabies bisa dicegah. Untuk itu diharapkan pemilik anjing memvaksin anjingnya teratur setahun sekali," papar Ariyasa. *nvi

loading...

Komentar