nusabali

Sudikerta Diprotes Kader Golkar

  • www.nusabali.com-sudikerta-diprotes-kader-golkar

Sri Wigunawati ingatkan Sudikerta harus memilih antara fokus urus partai atau urusan eksekutif.

Tak Hadiri Kampanye Giriasa, Beredar Foto Main Golf di Bandung

DENPASAR, NusaBali
Tidak hadir dalam kampanye terbuka pasangan I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa (Cabu-Cawabup Badung yang diusung PDIP-Golkar-NasDem-Hanura) di Lapangan Umum Mengwi, Badung, Minggu (22/11), Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta jadi bahan perbincangan di media sosial. Kader Golkar rata-rata protes dan menyayangkan ketidakhadiran Sudikerta. Apalagi, justru beredar foto Sudikerta sedang main golf di Bandung, Jawa Barat.

Foto Sudikerta sedang main golf di Bandung bersamaan hari dengan kampanye terbuka Giri Prasta-Suiasa tersebut beredar luas di kalangan kader Golkar, Senin (234/11). Foto yang beredar tersebut disebar oleh para kader Golkar sendiri. 

Dalam foto yang dikirimkan seorang kader Golkar kepada NusaBali, juga berisi komentar miring. “Sudikerta main golf di Bandung saat kampanye Giriasa di Badung (Lapangan Umum Mengwi, Red). Semua kader menyayangkannya,” tulis kader Golkar yang kirim foto Sudikerta main golf di Bandung tersebut.

Mantan Ketua Bidang OKK DPD I Golkar Bali, Dewa Ngakan Rai Budiasa, termasuk salah satu kader Beringin yang menyayangkan ketidakhadiran Sudikerta dalam kampanye terbuka Giri Prasta-Suiasa. Padahal, para petinggi Golkar dari pusat kompak hadir saat kampanye sore itu, termasuk Aburizal Bakrie alias Ical (Ketua Umum DPP Goplkar Munas Nusa Dua) dan Agung Laksono (Ketua Umum DPP Golkar Munas Ancol), hingga Idrus Marham (Sekjen DPP Golkar Munas Nusa Dua), dan Nurdin Halid (Wakil Ketua Umum DPP Golkar Munas Nusa Dua).

Menurut Rai Budiasa, kader Golkar jadi kebingungan di bawah atas sikap pimpinan mereka, Sudikerta. “Karena Sudikerta tidak datang di kampanye Paket Giriasa (Giri Prasta-Suiasa). Padahal, rekomendasi DPP Golkar kedua kubu sudah jelas dukung Giriasa,” sesal Rai Budiasa, Senin (23/11).

Paparan senada juga disampaikan Srikandi Beringin yang mantan Sekretaris DPD I Golkar Bali, Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati. Menurut Sri Wigunawati, ketidakhadiran Sudikerta di kampanye Giriasa menjadi bahan obrolan di media sosial. Kalau begini situasinya, kata Wigunawati, Sudikerta memang harus memilih.

”Dia harus memilih: mau mengurus partai atau urus pekerjaan di eksekutif (Sudikerta adalah Wakil Gubernur Bali, Red),” sesal Wigunawati secara terpisah di Denpasar, Senin kemarin.

Menurut Wigunawati, tidak masuk akal kalau alasan Sudikerta tidak hadir di kampanye Giriasa hanya gara-gara menghadiri silaturahmi nasional (Silatnas) Kosgoro 1957 di Jakarta. Padahal, bos Kosgoro 1957, Agung Laksono, justru bisa hadir ke arena kampanye Giriasa di Mengwi dan berosi bersama Ical. 

Selanjutnya...

Komentar