nusabali

Berani Tak Dukung Giriasa, Kader Golkar Diancam Sanksi

  • www.nusabali.com-berani-tak-dukung-giriasa-kader-golkar-diancam-sanksi

Sesuai skenario, kampanye terbuka pasangan I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa (Cabup-Cawabup Badung yang diusung PDIP-Golkar-NasDem-Hanura) di Lapangan Umum Mengwi, Badung, Minggu (22/11) sore, dihadiri tiga tokoh nasional: Megawati (PDIP), Aburizal Bakrie (Golkar), dan Agung Laksono (Golkar). 

Ical pun berharap Giriasa dapat lebih memakmurkan masyarakat Badung. Kendati masyarakat Badung sudah banyak bekerja di sektor pariwisata, kata Ical, mereka tetap berharap Giriasa agar dapat lebih memberikan kemakmuran. Ical pun mengajak masyarakat dan khususnya pendukung Giriasa untuk datang ke TPS dan mencoblos nomor urut 1. “Jangan lupa ajak istri, adik, pacar, tetangga, pilih nomor urut 1.”

Agung Laksono juga tak mau ketinggalan membakar semangat massa. Menurut Agung, Giriasa memiliki cita-cita mulia untuk memajukan Badung. “Kami mengetahui visi dan misi Giriasa adalah memantapkan dan menyuseskan program sebelumnya (era Bupati AA Gde Agung, Red),” katanya. “Program pemimpin sebelumnya sudah baik. Tinggal diteruskan. Kami saja yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk mendukung Giriasa. Kami tidak meragukannya. Jadi, pilih pasangan nomor urut 1,” ajak Agung.

Ketika Ical dan Agung berorasi, sejumlah hadirin berteriak menanyakan ke mana Ketua DPD I Gilkar Bali Ketut Sudikerta? “Mana Sudikerta?” teriak salah seorang pendukung. Ical pun menegaskan kader dan pengurus Golkar yang tidak mendukung instruksi partai, pasti akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan.

Sekjen DPP Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Nurdin Halid, juga tak kalah tegasnya. Saat berorasi secara bergantian, Idrus Marham dan Nurdin Halid menegaskan dukungan partainya di Badung sudah jelas untuk Giriasa. Golkar pun akan jatuhkan sanksi bagi pengurus dan kader yang tidak mematuhi instruksi partai.

Ketika massa kembali berteriak untuk memecat siapa pun yang tidak mentaati garis partai, Nurdin Halid langsung todong Ketua DPD II Golkar Badung Wayan Muntra agar memberikan penegasan dukungan dan pastikan akan jatuhkan sanksi. “Ini Pak Wayan Muntra ditugaskan Ketua Umum (Ical) untuk memberikan sanki sesuai peraturan bagi kader yang tidak menjalankan amanah partai,” cetus Nurdin Halid. Wayan Muntra pun berorasi agar mendukung Giriasa.

Sementara, setelah berorasi, Ical dan Agung bersama Idrus Marham dan Nurdin Halid meninggalkan panggung megah kampanye Giriasa, dengan alasan ada agenda yang tak bisa ditinggalkan. Tak berselang lama, datanglah Ketua Umum PDIP Megawati bersama mantan Bupati badung AA Gde Agung, sore sekitar pukul 16.00 Wita. 

Megawati sempat selama 30 menit berorasi membakar semangat belasan ribu massa pendukung untuk mencoblos dan memenangkan Paket Giriasa. Menurut Mega, Giriasa adalah paket calon yang cocok memimpin Badung ke depan. “Saya sudah bicara dengan AA Gde Agung yang mantan Bupati Badung dua periode. Saatnya apa yang sudah dicapai beliau dilanjutkan oleh Giriasa. Masyarakat Badung ingin maju atau tidak? Kalau ingin maju, coblos nomor satu,” seru Mega.

Presiden RI ke-5 ini yakin Giriasa mampu memimpin Badung. Pasalnya, Giri Prasta dan Suiasa punya pengalaman selama tiga periode berdampingan pimpin DPRD Badung. Giriasa yang masih relatif muda sebagai calon pemimpin, disebutkan akan membawa gairah dan energi positif bagi pembangunan Badung. Mega juga memberikan wejangan kepada Giriasa. Sebagai calon pemimpin, kedunya diminta tidak mudah ingkar janji. “Kalau sampai Giriasa ingkar janji, maka silakan nanti masyarakat Badung menagihnya. Karena itu, Giriasa harus menepati janjinya,” tukas Mega.

Selanjutnya...

Komentar