nusabali

Puting Beliung Porak-porandakan Rumah di Lokapaksa

  • www.nusabali.com-puting-beliung-porak-porandakan-rumah-di-lokapaksa

Rangka atap rumah beserta seng tercabut dan terlempar sejauh 10 meter, sedangkan bagian termbok retak.

SINGARAJA, NusaBali
Angin kencang di musim kemarau kembali membawa bencana bagi warga Banjar Dinas Tengah, Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt. Sebuah rumah yang ditempati Ketut Ning, 42, dengan dua anaknya mengalami kerusakan setelah disapu angin putting-beliung pada Rabu (26/8) pukul 10.00 Wita.

Setengah rangka atap beserta seng rumah Ketut Ning tercabut dan terlempar sejauh 10 meter. Tembok rumah juga retak sehingga Ketut Ning dan anak-anaknya saat ini mengungsi di rumah menantunya.

Bencana yang menimpa janda tiga anak ini disebut Kelian Banjar Dinas Tengah, Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt Buleleng, Kadek Agus Teja Aryadika terjadi sekejap kilat. Rumah korban Ketut Ning yang memang ada di ketinggian, menjadi sasaran angin puting beliung yang bergerak dari arah selatan ke utara. Bahkan saat itu Ketut Ning pun sedang memasak di dapur dan melihat langsung peristiwa mengerikan yang mencabut atap rumahnya itu.

“Warga kami itu sedang masak di dapurnya, tiba-tiba didengar suara gemuruh setelah keluar dapur sudah dilihat angin berputar di dalam rumahnya dan langsung lari menyelamatkan diri,” jelas Teja Aryadika saat dikonfirmasi via telepon Kamis (27/8) petang.

Setelah mereda, korban baru kembali ke rumahnya dan mendapati rumah bantuan relawan semi permanen itu sudah tidak dapat ditempati. Selain setengah atapnya tercabut, tembok kamarnya juga retak karena tertarik rangka atap yang diterbangkan angin.

Akibat kejadian tersebut, Ketut Ning terpaksa mengungsi sementara di rumah menantunya di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng. “Kemarin saya dengan pak mekel sudah cek memang ngeri juga kalau ditempati kondisi atapnya yang masih tersisa itu juga tidak aman tembok juga retak. kerugiannya sekitar Rp 8 jutaan,” jelas dia.

Selain menimpa Ketut Ning angin puting beliung juga merusak rumah Ketut Rama, 45, warga Banjar Dinas Sorga, Desa Lokapaksa. Setengah atap di bagian belakang rumahnya juga raib disapu angin puting beliung. Kerusakan akibat bencana yang diderita warganya disebut sudah didata Pemerintah Desa untuk dilaporkan ke Kecamatan dan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Pemdes Lokapaksa sejauh ini baru mendistribusikan sembako untuk kebutuhan utama sehari-hari pasca terdampak bencana.

Sementara itu Kepala BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana dikonfirmasi terpisah mengaku belum menerima laporan kerusakan akibat bencana putting beliung di Desa Lokapaksa. Namun tetap akan dilakukan crosscheck ke lapangan untuk tetap diajukan mendapat bantuan rehab dari Pemerintah Provinsi Bali.

Situasi sejak awal Agustus lalu, disebut Suadnyana, sedang mengalami kondisi peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan yang disertai dengan angin kencang. “Saat ini menurut BMKG memang peralihan musim sudah mulai prosesnya dengan kecepatan angin, gelombang pasang tetapi memang sulit ditebak karena kadang cuaca juga masih ada mendung,” kata dia.

Suadnyana pun mengatakan prediksi peralihan musim yang sangat rentan dengan bencana puting beliung hingga gelombang pasang akan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang. Hanya saja prediksi tersebut juga belum dapat dipastikan karena anomali cuaca sulit diprediksi. “Kami harapkan masyarakat tetap waspada,” pesan Suadnyana.*k23

loading...

Komentar