nusabali

Antisipasi Wisatawan 'Nakal', Tembok Pura Uluwatu Dipasangi Kawat Duri

  • www.nusabali.com-antisipasi-wisatawan-nakal-tembok-pura-uluwatu-dipasangi-kawat-duri

Pengelola Objek Kawasan Luar Pura Uluwatu memasang kawat duri di atas tembok pembatas.

MANGUPURA, NusaBali
Pemasangan itu sebagai upaya pencegahan terhadap wisatawan yang nekat duduk dan berfoto di atas tembok. Selain itu, pihak pengelola juga memasang sejumlah kamera pengawas untuk memudahkan pemantauan pergerakan wisatawan. Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana mengungkapkan, saat ini tembok yang berada di pinggir tebing mulai dipasangi kawat berduri. Pemasangan kawat ini dilakukan agar wisatawan tidak bisa lagi duduk di atas tembok tersebut. Pasalnya, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi ketinggian tebing mencapai 97 meter. “Pemasangan ini untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan. Ya, tentunya sebagai upaya proteksi kita terhadap wisatawan,” imbuhnya, Rabu (16/1) siang. 

Pengelola juga memasang kamera pengawas (CCTV). Pemasangan CCTV diutamakan di 12 titik awal untuk memudahkan pengawasan terhadap wisatawan yang melakukan aktivitas di lokasi wisata itu. Sementara, untuk penataan lain, dai hasil rapat kordinasi dengan pihak desa adat dan PUPR Badung, sudah dibahas terkait masterplan Uluwatu secara menyeluruh. Seperti salah satunya, terkait tembok tebing yang akan dilakukan penyesuaian. Dari hasil kajian, kata Wijana, tembok tebing akan digeser atau akan dimundurkan beberapa meter. Hal ini agar tidak berbahaya saat terjadi longsor. “Terkait dengan penyuntikan atau perekatan terhadap tebing yang retak, juga menjadi wacana untuk diteruskan atau direncanakan untuk dilaksanakan,” imbuhnya. 

Penataan di objek wisata Uluwatau juga terkait keberadaan gate atau pintu masuk. Nantinya diberlakukan sistem e-ticketing atau menggunakan sistem digital. Sehingga akan ada transparansi, akuntabilas, serta input dari pemasukan akan lebih jelas. Rencananya akan ada empat pintu masuk. Nah, dari empat pintu masuk itu, yang satunya untuk akses sepeda motor. Sedangkan pintu masuk yang digunakan saat ini akan dijadikan akses keluar. 

Pembenahan itu karena melihat dari data kunjungan semakin meningkat. Dari data yang ada, terkait dengan jumlah kunjungan ke Uluwatu tahun 2018 dibandingkan dengan 2017, memang mengalami peningkatan 20-25 persen. Kunjungan tahun 2017 sebanyak 2,2 juta, meningkat menjadi 2,6 juta wisatawan di 2018. 

“Memang ada peningkatan kunjungan wisatawan. Nah, rata-rata kunjungan pada low season saja sebanyak 6.000-7.000 wisatawan per hari. Sedangkan pada high season bisa mencapai  8.000-9.000 bahkan sempat mencapai 11.000 orang per hari,” tuturnya. *dar

Komentar