nusabali

Pengerjaan Proyek Fisik Dihentikan

  • www.nusabali.com-pengerjaan-proyek-fisik-dihentikan

Tersedia saldo Rp 128,78 miliar untuk bayar proyek yang tengah berjalan.

AMLAPURA, NusaBali

Status awas Gunung Agung menyebabkan pengerjaan seluruh proyek fisik di Kabupaten Karangasem dihentikan. Pembayaran proyek dihitung sesuai prosentase yang telah dikerjakan. Pengerjaan proyek tidak memungkinkan dilanjutkan dalam kondisi berbahaya, terutama di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, KRB II, dan KRB I.

Asisten II Setda Kabupaten Karangasem, Anak Agung Gede Rama Putra mengatakan, seluruh proyek di daerah rawan bencana telah dicek ke lapangan dan dihitung sesuai prosentase yang telah tuntas. Sehingga pembayaran dilakukan sesuai tuntasnya pekerjaan ditambah material yang masih di lapangan. “Pimpro telah menghitung, ada tahapan pekerjaan dan semuanya menjadi jelas mengenai pembayaran untuk rekanan," jelas Anak Agung Rama Putra, Minggu (1/10).

Anak Agung Rama mengatakan telah menggelar rapat dengan mengundang para rekanan agar menghentikan pekerjaan di lapangan. “Rekanan semuanya setuju hentikan pekerjaan,” terangnya. Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran Daerah, I Nengah Mindra mengatakan sudah ada anggaran untuk membayar proyek yang dihentikan pengerjaannya itu. “Saldo yang ada Rp 128,78 miliar, cukup untuk membayar proyek yang tengah berjalan,” katanya.

Bendahara Gapensi Karangasem I Putu Subagia dihubungi terpisah mengaku telah menghentikan pekerjaannya, karena situasi darurat. "Dari pada rugi banyak pengerjaan terus dilanjutkan, kemudian Gunung Agung meletus, kan pekerjaan jadi mubazir," katanya. Berbeda dengan proyek di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karangasem yang tengah membangun ulang Pasar Desa Pesangkan di Banjar Pesangkan, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, walau proyek senilai Rp 4,9 miliar sempat dihentikan pengerjaannya, kali ini dilanjutkan. Sehingga volume yang tuntas dikerjakan dihitung per hari. *k16

Komentar