nusabali

Angin Kencang Sapu Gubuk Netra

  • www.nusabali.com-angin-kencang-sapu-gubuk-netra

Malang benar nasib pekak Gede Netra, 77, warga Banjar Dinas Melaka, Desa Kayuputih Melaka, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

SINGARAJA, NusaBali
Di tengah usia rentanya yang hidup dalam kemiskinan, gubuk tidak layak huni miliknya disapu angin kencang yang bertiup di seluruh Buleleng pada Kamis (7/9) sekitar pukul 01.30 Wita. Beruntung saat kejadian ia yang hidup sendiri di gubuk itu tidak ada di rumah.

Kini gubuk sederhana yang hanya terbuat dari tiang bambu dengan atap seng, tanpa dinding dan beralaskan tanah sudah rata dengan tanah.  Untuk melindungi sejumlah barangnya yang diletakkan di atas lahan tidak lebih dari 4x5 meter itu ditutupi terpal sementara. Sedangkan pekak Netra saat ini terpaksa tinggal menumpang di rumah adiknya Nyoman Sunaka,65, yang rumahnya berlokasi di bawah gubuknya.

Menurut keterangan Kelian Banjar Dinas Melaka, Ketut Wenten, saat kejadian angin kecang tersebut, kebetulan pekak Netra sedang berada di rumah saudaranya di Desa Gitgit. Duda usia lanjut ini sudah lama ditinggal menikah lagi oleh istrinya yang menyerah dengan situasi ekonomi Netra. Sedangkan kedua anak perempuannya sudah menikah ke daerah lain.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, diusia rentanya pekak Netra masih sanggup menerima orderan sebagai buruh membelah kayu bakar. Pekerjaan itu pun tidak setiap hari didapatkan olehnya. Sehingga untuk bertahan hidup ia harus berjuang keras dengan penghasilan seadanya. Kondisi saudaranya yang lain juga tidak jauh berbeda dengannya, sehingga tidak ada jalan lain untuk berpangku tangan selain berusaha sendiri. Bahkan bisa makan nasi pun ia sudah sangat bersyukur. Pekak Netra tidak jarang hanya makan dengan lauk garam dan daun singkong yang dipetik tidak jauh dari gubuknya.

“Kondisi warga kami ini memang sangat memprihatinkan, apalagi kini memasuki usia lanjut, kami berharap pemerintah bisa membantu sekedar membuatkan rumah yang layak,” harap Wenten.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Made Subur juga mengaku telah mengecek lokasi rumah Pekak Netra yang roboh akibat tersapu angin kencang. “Tim kami tadi sudah turun untuk mengecek ke lapangan dan mendata kerusakan yang ada. Nanti akan diajukan ke BPBD provinsi untuk mendapatkan bantuan rehab rumah,” katanya. Pihaknya pun tetap mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja. Apalagi saat ini memasuki musim pancaroba yang diikuti dengan angin kencang. *k23

Komentar