nusabali

BPBD Ajukan Bantuan Speed Boat

  • www.nusabali.com-bpbd-ajukan-bantuan-speed-boat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pertengahan tahun ini mengajukan penyediaan sarana kerja berupa kapal speed boat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. 

Potensi Kecelakaan Laut Tinggi

SINGARAJA, NusaBali
Satu kapal speed boat seharga Rp 1,5 miliar pun dipastikan akan didapatkan Buleleng pada Oktober mendatang.

epala Pelaksana BPBD Buleleng, I Made Subur yang ditemui Jumat (4/8) kemarin mengatakan pengajuan bantuan speed boat tersebut mengingat potensi kecelakaan di laut Buleleng sangat tinggi. Apalagi Buleleng memiliki garis pantai terpanjang 158 kilometer, dengan profesi masyarakatkan sebagian adalah nelayan. Selain juga melihat peristiwa sering terjadinya nelayan hilang dan wisatawan tenggelam di laut Buleleng.

“Kapal ini nantinya akan digunakan untuk pencarian orang hilang di laut termasuk kegiatan evakuasi,” kata dia. 

Dari kapal boat yang akan diterima dari BNPB Pusat memiliki kapasitas untuk 12 orang dengan kekuatan mesin sebesar 65 PK. Selain pengadaan speed boat, tahun ini BPBD Buleleng juga akan melengkapi sarana kerja berupa dua unit kapal kecil, seperti perahu motor.

Ditanya soal kesiapan anggaran pemeliharaan, Subur pun menyakinkan bahwa sebelum pengajuan bantuan itu, pihaknya sudah meminta persetujuan kepada Bupati Buleleng baik dalam pemohonan ke pemerintah pusat termasuk pernyataan kesediaan merawat dengan menyediakan anggaran operasionalnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas terkait berapa besar biaya operasional yang nantinya dibutuhkan termasuk biaya perawatan kapal, karena harganya mahal. Pernyataan Bupati juga sudah ada,” imbuhnya. Dengan ketersediaan sarana kerja tambahan ini diharapkan ke depannya BPBD dapat membantu tim lainnya untuk melakukan penyelamatan saat terjadi bencana di tengah laut.

Hanya saja sampai saat ini pihaknya belum menentukan dimana kapal tersebut akan diparkirkan. Namun rencana sementara akan diparkir di darat karena BPBD Buleleng belum memiliki pos khusus untuk penanganan bencana di laut.*k23

Komentar