nusabali

Saat Keindahan Pantai Melasti Disemarakkan Lomba Ogoh-Ogoh Mini

  • www.nusabali.com-saat-keindahan-pantai-melasti-disemarakkan-lomba-ogoh-ogoh-mini

MANGUPURA, NusaBali.com - Karang Taruna Eka Karsa Desa Ungasan kembali menggelar Lomba Ogoh-ogoh Mini dengan tema ‘Abipraya Abirama’ yang berarti ‘Cita-Cita yang Selaras dan Sehati’.

Lomba yang berlangsung pada tanggal 5 Mei 2024 ini merupakan yang kedua kalinya diadakan setelah tahun 2022.

Gede Wiratama (23 tahun), selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya Bali, khususnya dalam pembuatan ogoh-ogoh, tapel, dan menggambar sketsa.

"Kegiatan ini dilakukan setelah Hari Raya Nyepi dan sekaligus dalam rangka memperingati Porsenides Desa Ungasan. Selain itu, tingginya minat di kalangan umum terhadap euforia lomba ogoh-ogoh mini juga menjadi faktor pendorong diadakannya kegiatan ini," ujar Wiratama.

Acara ini diikuti oleh peserta umum se-Bali dan antar Sekaa Teruna (ST) se-Desa Ungasan. Turut hadir dalam acara ini yaitu Sekda Kabupaten Badung yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Artha, Perbekel Ungasan, Kelian Desa Adat Ungasan dan undangan lembaga pemerintahan desa Ungasan lainnya.

Peserta lomba dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu ST (13 peserta), non-mesin (34), mesin (16), dan tapel (25).

"Tidak ada batasan usia untuk peserta. Bahkan, peserta termuda yang berpartisipasi adalah dari usia SD 12 tahun," kata Wiratama. "Saya pribadi melihat antusias peserta sangat luar biasa dalam berkarya, menuangkan ide-ide baru dan kreatif dalam membuat karya ogoh-ogoh mini, tapel, dan sketsa."

Perlombaan berlangsung di Panggung Budaya Praharsacitta Pantai Melasti Ungasan. Lokasi ini dipilih untuk memperkenalkan Pantai Melasti sebagai ikon destinasi wisata Desa Ungasan.

Salah satu kriteria penting yang harus diperhatikan dalam lomba ogoh-ogoh mini adalah penggunaan bahan ramah lingkungan tanpa mengandung styrofoam, plastik, dan spon.

Wiratama menjelaskan bahwa perkembangan ogoh-ogoh mini dari tahun ke tahun selalu menunjukkan inovasi. "Bisa dilihat saat ini rata-rata seniman ogoh-ogoh sudah menggunakan alat pendukung tambahan seperti mesin pada ogoh-ogoh konvensional," ujarnya. "Namun, kami tetap konsisten pada penggunaan bahan ramah lingkungan."

Total anggaran yang digunakan untuk acara lomba ogoh-ogoh mini ini adalah Rp40 juta dari APBDes Desa Ungasan tahun 2024.

Peserta lomba juga datang dari berbagai daerah di Bali, seperti Gianyar dan Denpasar.

"Harapan saya selaku ketua panitia agar acara ogoh-ogoh mini Karang Taruna Eka Karsa Ungasan ini tetap dijadikan agenda event tahunan yang berkelanjutan," kata Wiratama. "Dengan demikian, penyaluran kreatifitas seniman muda dapat terus berkesinambungan." *m03

Komentar