nusabali

Gerindra Denpasar Bidik Tiga Tokoh Non Kader

Mulai Mantan Sekda hingga Putra Rai Mantra

  • www.nusabali.com-gerindra-denpasar-bidik-tiga-tokoh-non-kader
  • www.nusabali.com-gerindra-denpasar-bidik-tiga-tokoh-non-kader

DENPASAR, NusaBali - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra mengungkapkan tiga nama bakal Calon Walikota-Wakil Walikota Denpasar 2024, semuanya adalah non kader.

Tiga nama ini digadang-gadang sebagai penantang duet incumbent IGN Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa dari PDIP. Ketiga nama ini pun tengah disurvei elektabilitasnya sebelum dibawa sebagai usulan ke DPD Gerindra Bali untuk diteruskan ke DPP.

Ketiga kandidat yang disurvei ini, yakni mantan Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar yang merupakan praktisi pariwisata asal Sanur Ida Bagus Gede Sidharta Putra, dan putra dari Walikota Denpasar (2008-2020) Ida Bagus Rai Wijaya Mantra, yakni Ida Bagus Ngurah Sidhayatra Wijaya alias Ngurah Mantra.

Ketua DPC Gerindra Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Senin (6/5) mengungkapkan ketiganya masuk survei karena memiliki kans untuk diajukan ke DPD Gerindra Bali yang nantinya dilanjutkan ke DPP Gerindra untuk memperoleh rekomendasi. Gus Yoga mengatakan, alasan memasukkan Rai Iswara untuk disurvei karena sudah malang melintang dalam pemerintahan. Apalagi, Rai Iswara kata dia pernah menjabat Sekda hingga 11,5 tahun yang tidak diragukan lagi pemahamannya tentang pemerintahan. 

"Sekda Rai Iswara beliau sudah malang melintang di pemerintahan. Jadi sekda saja 11,5 tahun sudah sangat paham struktur pemerintahan. Gus De Sidartha, untuk pariwisata Denpasar. Kalau beliau menjadi walikota bisa memaksimalkan pendapatan daerah dari sisi pariwisata," jelasnya. Sementara, Ngurah Mantra dipilih karena pengusaha muda. Ngurah Mantra dipandang kuat dari sektor pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Dia lebih paham untuk membangkitkan UMKM. Apalagi anak muda sekarang di Kota Denpasar sedang aktif menjalani UMKM. Dia bisa mementoring mereka," ujar politisi asal Geriya Buruan, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan ini. 

Menurutnya, survei akan dilakukan hingga akhir Mei 2024 nanti untuk melihat elektabilitas ketiganya. Gus Yoga mengatakan, pihaknya memiliki alasan tersendiri kenapa tidak mengajukan kader untuk masuk survei bakal Cawali-Cawawali Denpasar. Gerindra Denpasar baru mendapatkan 9 kursi pada Pileg 2024. Semua kader yang lolos masih ingin konsentrasi di DPRD karena sebagian besar yang lolos merupakan kader baru.
 
"Tidak ada kader yang diajukan, kita ingin konsen dulu karena baru selesai di Pileg dan Pilpres. Karena ada banyak kader baru dari 9 kursi, kader lama hanya 3 orang dan mereka menyatakan masih berproses," ujarnya. "Gusde Sidharta, Turah Rai Iswara, dan Ngurah Mantra masuk berdasarkan survei internal Gerindra Denpasar," ungkap politisi muda sekaligus caleg DPRD Denpasar peraih suara terbanyak alias Jawara Denpasar di Pemilu 2024 ini.

Dengan munculnya tiga nama ini, Gus Yoga mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan pendekatan kepada ketiga tokoh tersebut.  “Tiga nama ini adalah sosok-sosok yang dianggap sebagai pilihan masa depan Kota Denpasar,” ujar putra deklarator Partai Gerindra Bali sekaligus Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Dapil Bali periode 2014-2019, almarhum Ida Bagus Putu Sukarta ini. Dari tiga nama yang muncul, Gus Yoga menjelaskan bahwa rekomendasi akhir nantinya akan dikerucutkan menjadi dua nama.

Sementara untuk Calon Gubernur Bali, Gus Yoga masih berharap Ketua DPD Gerindra Bali, I Made Muliawan Arya atau De Gadjah. Akan tetapi, dia mengatakan kader di bawah menunggu keputusan pusat. 7 mis, mao

Komentar