nusabali

Forkom Perbekel Sebut Tak Ada Urusan Politik

Soal Kunjungan Perbekel se-Buleleng Menghadap Giri Prasta

  • www.nusabali.com-forkom-perbekel-sebut-tak-ada-urusan-politik

"Biar tidak ada opini berbeda. Kami ke sana tidak ada nuansa politik..."

SINGARAJA, NusaBali
Kunjungan sebanyak 129 perbekel se- Kabupaten Buleleng yang sempat menghadap Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta Jumat (12/4) lalu memicu banyak spekulasi publik. Beberapa pandangan publik mengaitkan kunjungan tersebut sebagai langkah politik Giri Prasta yang mulai mendulang dukungan ke Gumi Den Bukit. Namun hal ini dibantah Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel Buleleng.

Ketua Forkom Perbekel Buleleng, Ketut Suka, Senin (15/4) kemarin, meluruskan persoalan yang menjadi berkembang liar di publik. Dia menegaskan, kedatangan 129 perbekel se-Buleleng ke Puspem Badung untuk bertemu Giri Prasta, hanya untuk menindaklanjuti wacana bantuan Pemkab Badung kepada Pemerintah Desa (Pemdes) se-Buleleng. Wacana bantuan itu dimunculkan Giri Prasta saat penyerahan bantuan hibah kepada kelompok-kelompok masyarakat di Gedung Kesenian Gde Manik Jumat (5/4) lalu.

“Biar tidak ada opini berbeda. Kami ke sana tidak ada nuansa politik. Selama kegiatan kami beraudiensi dengan Pak Giri juga tidak ada bicara masalah itu. Murni audiensi tindak lanjut pertemuan di Gedung Kesenian,” kata Suka yang juga Perbekel Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini.

Menurut Suka, saat pertemuan di Gedung Kesenian Gde Manik, ada usulan dan harapan Badung membantu desa-desa di Buleleng. Saat itu pun diamini Giri Prasta yang berjanji akan membantu desa-desa di Buleleng masing-masing Rp 1 miliar.

“Tentu kami menindaklanjuti hal tersebut untuk mencari kejelasan dan memastikan program yang diwacanakan itu. Dan Bupati Badung komitmen memberikan bantuan itu yang akan direalisasikan di anggaran perubahan,” ucap Suka.

Dari hasil audiensi, bantuan hibah dana ke desa-desa akan diberikan Pemkab Badung kepada Pemkab Buleleng. Dana hibah itu akan masuk terlebih dahulu ke bendahara Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng, sebelum akhirnya di distribusi ke masing-masing desa.

Menurut Suka, bantuan itu bisa dipakai untuk program di masing-masing desa, disesuaikan dengan perencanaan dan kebutuhan yang diputuskan dalam musdes. Mulai dari pembangunan kantor perbekel atau program pengembangan dan pemberdayan, disesuaikan dengan SK Bupati Badung agar dalam pengelolaan tidak menimbulkan masalah.

“Badung sebagai kabupaten terkaya di Bali sangat wajar berbagi untuk kabupaten lain yang PADnya rendah seperti Buleleng,” papar Suka.7 k23

Komentar