nusabali

Tim Medis Dalami Kejiwaan Pelaku

Bule yang Diduga Lakukan Penculikan Anak

  • www.nusabali.com-tim-medis-dalami-kejiwaan-pelaku

"Apakah yang bersangkutan pura-puta atau bohong nanti kita tunggu hasil pemeriksaan dokter. Dari gejala kasat mata pelaku seperti gangguan jiwa,” Kombes Jansen Panjaitan.

DENPASAR, NusaBali
Bule asal Amerika Serikat berinisial DCB, 33, yang dilaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana penculikan anak belum diperiksa polisi. Pasca ditangkap pada ditangkap aparat Satreskrim Polresta Denpasar, pada Rabu (27/3) pelaku langsung dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk diperiksa kejiwaannya.

Hingga, Rabu (3/4) kemarin pria asal AS yang tinggal di Perum Kori Nuansa Ungasan, Kuta Selatan, Badung masih menjalani perawatan di RS. Pelaku harus dibawa ke RS untuk diperiksa karena tingkahnya yang menunjukkan tidak seperti orang normal dan bahkan dapat membahayakan orang lain. "Pada diamankan petugas, pelaku menunjukan gelagat yang tidak normal. Dia mengamuk dan tidak nyambung," ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dikonfirmasi, Rabu (3/4). 

Kombes Jansen mengatakan saat ini DCB masih dalam perawatan tim medis. Pihaknya belum dapat konfirmasi hasil pemeriksaan dokter terhadap pelaku. Menurutnya hasil pemeriksaan dokter menentukan apakah yang bersangkutan sakit benar mengalami gangguan jiwa atau tidak. 

"Apakah yang bersangkutan pura-puta atau bohong nanti kita tunggu hasil pemeriksaan dokter. Dari gejala kasat mata pelaku seperti gangguan jiwa. Kalau nanti dokter memvonisnya gangguan jiwa tentu perkaranya tidak bisa dilanjutkan karena pelaku tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkap mantan Kapolresta Denpasar ini. 

Peristiwa dugaan penculikan anak dibawa umur dilakukan oleh DCB terjadi di rumah tempat tinggalnya di Perum Kori Nuansa Ungasan, Kuta Selatan, pada Senin (25/3) pukul 13.30 Wita. Korbannya adalah anak perempuan berinisial NPAPSD, 8. 

Pada saat itu korban bersama sepupunya pergi ke warung melewati tempat tinggal pelaku. Korban dan sepupunya bertemu dengan pelaku. Pelaku mengajak korban ngobrol pakai bahasa Inggris. Ajakannya tak digubris korban karena tak bisa bahasa Inggris. 

Tiba-tiba pelaku menarik tangan kiri korban dengan kedua tangannya lalu menggendongnya bawa masuk ke halaman rumahnya. Kemudian pelaku mengunci pagar rumah, lalu pelaku mengambil pisau di dapur. Melihat pelaku bawa pisau korban berteriak minta tolong hingga didengar oleh bibi korban. 

Mendengar teriak korban, bibinya bersama pamannya datang ke TKP. Mereka mendobrak pintu gerbang pelaku hingga terbuka. Pada saat pintu terbuka korban berhasil lari ke luar pagar. Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke Polresta Denpasar. 7 pol

Komentar