nusabali

PHRI Badung Harapkan Pungutan Wisman Prioritas Tangani Sampah

  • www.nusabali.com-phri-badung-harapkan-pungutan-wisman-prioritas-tangani-sampah

MANGUPURA, NusaBali - Masalah sampah menjadi momok bagi pariwisata Bali. Terlebih saat angin musim barat yang membawa sampah kiriman menepi ke bibir pantai. Kondisi ini bukan hanya mengganggu pengalaman para pelancong, tetapi juga berpotensi mengancam ekonomi lokal yang sangat tergantung pada industri pariwisata.

Menyikapi situasi ini, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menaruh harapan besar supaya penanganan masalah sampah di Bali menjadi perhatian serius. Untuk itu, dia mendorong agar pungutan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar Rp 150.000 diprioritaskan untuk tangani sampah.

“Mudah-mudahan dengan adanya pungutan wisman ini bisa diprioritaskan untuk penanganan sampah yang sedang darurat. Karena sampah ini bisa saja menurunkan image daripada Bali ke depan,” ujar Suryawijaya belum lama ini.

Menurut dia, saat ini telah terkumpul dana sekitar Rp 30 miliar lebih dari pungutan tersebut. Dia menekankan pentingnya eksekusi program nyata untuk penanganan sampah, sebagai upaya memastikan bahwa Bali tetap bersih, aman, lestari, dan indah. “Ini harus segera dieksekusi jangan hanya dikumpulkan saja uangnya, jadi programnya harus program nyata yang kita eksekusi, yang mana yang menjadi prioritas itu adalah sampah, sehingga Bali itu betul-betul menjadi Bali yang Bali, (Bersih, Aman, Lestri, dan Indah),” harap Suryawijaya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PHRI Bali.

Selain masalah sampah, dia menekankan pentingnya penanganan masalah internal di Bali, terutama terkait keamanan, infrastruktur, juga mengidentifikasi kemacetan sebagai masalah yang perlu segera ditangani. Dengan perencanaan pembangunan LRT juga diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di Bali.

“Selain sampah, kemacetan juga menjadi momok saat ini. Infrastruktur kita masih bermasalah, makanya itu harus dicarikan solusi. Tahun 2024 memang ada rencana membangun LRT. Jadi ini salah satu solusi mengurai kemacetan khususnya di jalan menuju bandara, central parkir, Canggu, Denpasar dan Sanur,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Nyoman Rudiarta, mengatakan pungutan wisman tidak berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Badung. Dia mengatakan, pada Januari 2024 jumlah kunjungan wisatawan sekitar 440 ribu, kemudian meningkat pada Februari mencapai 540 ribu. Sedangkan untuk kunjungan Maret masih dihimpun dan akan dihitung pada awal April 2024.

Masih menurut Rudiarta, pungutan wisman adalah hal yang positif dalam upaya mencegah overtourism dan mewujudkan quality tourism. Hal itu dirasa berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan, sehingga akan membuat wisatawan lebih banyak datang dan akan lebih mengeluarkan uang.

“Ini tidak hanya bermanfaat bagi Badung tapi bagi Bali, karena pemanfaatannya sudah jelas untuk kelestarian adat, seni dan budaya, serta menjaga lingkungan. Apalagi Badung hampir 80 kilometer panjang garis pantai. Semoga dengan adanya pungutan (wisman) bisa membantu membackup kebersihan di pantai,” harap Rudiarta. 7 ol3

Komentar