nusabali

Tarung Head to Head di Pilkada Tabanan Bergulir

Koalisi Golkar dan Gerindra Berpeluang ‘Keroyok’ PDIP

  • www.nusabali.com-tarung-head-to-head-di-pilkada-tabanan-bergulir

Raihan masing-masing 4 kursi (10 persen) sudah cukup jika Partai Golkar dan Gerindra bersatu alias berkoalisi di Pilkada

TABANAN, NusaBali
Hasil Pemilu 2024 membuat Partai Golkar dan Partai Gerindra meraup kursi legislatif yang signifikan. Hal tersebut berimbas pada peluang mengusung Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati di Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang. Koalisi Gerindra dan Golkar pun bergulir dengan wacana ‘keroyok’ PDI Perjuangan (PDIP) dalam tarung head to head.

Informasi yang dihimpun NusaBali di Tabanan, Rabu (6/3) menyebutkan, dari hasil Pemilu 2024, PDI Perjuangan meraih 31 kursi (77,5 persen) dari 40 kursi DPRD Tabanan. Kemudian Partai Golkar menyabet 4 kursi (10 persen), Golkar dengan 4 kursi (10 persen) dan Partai Demokrat merebut 1 kursi (2,5 persen). 

Raihan masing-masing 4 kursi (10 persen) sudah cukup jika Partai Golkar dan Gerindra bersatu alias berkoalisi di Pilkada. Apalagi, Demokrat bersedia merapat ke koalisi ini, maka Pilkada Tabanan 2024 bisa menyajikan tarung head to head. 

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota, untuk mengusung pasangan calon kepala daerah di Pilkada, partai politik atau gabungan partai politik harus mengantongi minimal perolehan 20 persen suara atau kursi dari hasil pemilu legislatif. Jika perolehan suara Gerindra dan Golkar digabungkan, sudah memenuhi syarat 20 persen untuk mengusung pasangan calon. Ditambah suara Demokrat, maka kekuatan ketiga parpol ini bisa mencapai 22,5 persen.

PDIP sangat berpeluang mengusung calon bupati secara mandiri tanpa berkoalisi. Pasangan incumbent, Komang Gede Sanjaya dan I Made Edi Wirawan saat ini disebut-sebut sangat berpeluang akan berlaga lagi. Secara peta politik, jika koalisi Gerindra, Golkar dan Demokrat terbentuk, mereka harus ‘berdarah-darah’ mengalahkan incumbent Sanjaya-Wirawan. 

Saat ini, baik DPD II Golkar Tabanan dan DPC Gerindra Tabanan sama-sama masih menunggu petunjuk induk partai dalam menghadapil tarung Pilkada di Tabanan.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Tabanan, I Made Asta Dharma dihubungi NusaBali mengatakan, belum ada komunikasi politik antara Golkar dan Gerindra untuk menghadapi Pilkada Tabanan. Selain baru usai pemilu legislatif, menurut Arta Dharma masih dalam suasana hari raya. “Paling nanti akan dibahas usai Hari Raya Nyepi. Belum ada komunikasi,” ujar Asta Dharma, Rabu (6/3).
 
Menurut Asta Dharma, arah untuk koalisi tersebut dipastikan bakal menunggu keputusan pusat. Meskipun sebelumnya, di pusat Gerindra dan Golkar telah berkoalisi mengusung Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. “Kita menunggu keputusan dari DPD I Golkar Bali maupun DPP Golkar,” tegas Asta Darma. 

Sementara Ketua DPC Gerindra Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan alias Wawan mengatakan, menunggu instruksi dari pusat.  Kata dia, koalisi dalam menghadapi Pilkada 2024 dengan Golkar bisa saja terjadi atau sebaliknya. “Itu semua bergantung pada instruksi dari pimpinan partainya di tingkat pusat,” ujar Wawan.des

Komentar