nusabali

12 New Comer Diprediksi Lolos ke DPRD Buleleng

Golkar Sukses Tambah 4 Kursi

  • www.nusabali.com-12-new-comer-diprediksi-lolos-ke-dprd-buleleng

SINGARAJA, NusaBali - Hasil Pemilu 2024 di Buleleng mulai menemukan gambaran terang. Data hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Buleleng menunjukkan dari 45 orang caleg yang berpotensi lolos mengisi kursi DPRD Buleleng, 12 orang di antaranya adalah caleg pendatang baru (new comer).

Persaingan ketat perolehan suara dirasakan cukup signifikan oleh masing-masing parpol. Secara umum, 45 kursi DPRD Buleleng masih didominasi oleh PDI Perjuangan (PDIP) yang bertahan dengan 18 kursi. Lalu yang mengejutkan adalah perolehan kursi Partai Golkar yang semula hanya 7 kursi di Pemilu 2019, menjadi 11 kursi di Pemilu 2024.

Penambahan kursi juga berhasil diraih Partai NasDem dari 5 kursi menjadi 6 kursi. Lalu Partai Gerindra harus kehilangan satu kursinya dari 5 menjadi 4 kursi. Begitu juga Partai Hanura yang harus menelan kekecewaan dengan kehilangan 3 kursi dari perolehan sebelumnya di Pemilu 2019 sebanyak 5 kursi menjadi 2 kursi di Pemilu 2024 ini. Sedangkan Partai Demokrat stagnan di 3 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga tetap 1 kursi. Di satu sisi Partai Perindo yang sebelumnya mengantarkan 1 perwakilannya menduduki kursi DPRD, pada Pemilu 2024 ini tersingkir karena tidak ada satupun caleg yang berhasil lolos.

Dari 45 orang caleg yang berpotensi lolos DPRD Buleleng, 12 orang di antaranya adalah caleg pendatang baru. Sedangkan 33 orang lainnya masih bertahan wajah-wajah lama (incumbent). Caleg new comer tersebut di antaranya dari PDIP ada Dewa Nyoman Sukardina di dapil 2 Kecamatan Sawan, Dewa Komang Yudi Astara dapil 4 Kecamatan Tejakula, I Gede Mudita dapil 5 Kecamatan Gerokgak, Anak Agung Ketut Widia Putra dapil 6 Kecamatan Seririt, dan Nyoman Somasuara dapil 7 Kecamatan Busungbiu.

Kemudian di Partai Golkar ada empat pendatang baru, yakni Nyoman Dhukajaya dapil 1 Kecamatan Buleleng, Made Suarsana dapil 6 Kecamatan Seririt, I Ketut Hermawan di dapil 7 Kecamatan Busungbiu dan Ni Wayan Parlina Dewi di dapil 8 Kecamatan Banjar. Caleg pendatang baru lainnya juga berasal dari Partai NasDem I Wayan Edi Parsa dari dapil 3 Kecamatan Kubutambahan dan I Ketut Suartana di dapil 9 Kecamatan Sukasada. Sedangkan satu pendatang baru lainnya adalah caleg Partai Demokrat Ketut Jana Yasa di dapil 1 Kecamatan Buleleng.

Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna ditemui, Rabu (6/3) mengatakan pada Pemilu 2024, PDIP memang memasang caleg-caleg yang punya kapabilitas dan kapasitas yang direkomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Meskipun Supriatna mengakui pada Pemilu 2024 ini target perolehan suara PDIP untuk kursi DPRD Buleleng tidak tercapai. Awalnya dengan pengembangan dapil dari 6 menjadi 9 di Buleleng PDIP memasang target 25 kursi. Namun target tersebut dipatahkan dengan hasil perolehan suara dan persaingan sangat ketat antar caleg dan partai di Buleleng.

“Sisi eksternal Pemilu kali ini persaingan cukup ketat dibandingkan tahun 2019. Baik kompetisi partai maupun caleg yang cukup kompetitif salah satu penyebab target kami tidak tercapai,” ucap Supriatna. Ketua DPRD Buleleng ini juga mengakui ada caleg yang dipasang tidak berjuang maksimal. Sehingga tidak dapat mendongkrak perolehan suara partai dan mengakibatkan pengurangan kursi. Seperti di Dapil 1 Kecamatan Buleleng, pada Pemilu 2019 lalu PDIP merebut 4 dari 8 kursi di dapil Buleleng. Namun pada Pemilu 2024 ini turun menjadi 3 kursi.

Selain itu satu kursi yang hilang juga di Kecamatan Sukasada yang semula 3 dari 5 kursi yang tersedia menjadi hanya 2 kursi di Pemilu 2024 ini. “Kalau di Sukasada  memang sudah diperhitungkan persaingannya ketat. Lalu di dapil 8 Kecamatan Banjar satu-satunya dapil yang kami tidak bisa jadi pemenang. Hanya bisa meloloskan 1 caleg dan secara umum di Banjar dimenangkan Golkar yang meraih 2 kursi dari total 5 kursi,” kata Supriatna.

Sementara itu Ketua Tim Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Buleleng, I Nyoman Gede Wandira Adi, penambahan 4 kursi Golkar Buleleng untuk DPRD Kabupaten Buleleng sesuai dengan target awal yang dipasang. Golkar Buleleng di awal tahapan Pemilu 2024 berkomitmen untuk mendongkrak perolehan kursi DPRD Buleleng dari 7 yang sudah ada menjadi 11 kursi. Target yang dipasang pun terealisasi dengan optimisme dan kerja keras seluruh kader partai.

“Dari awal kami memang optimis bisa meraih 11 kursi. Dapil Kota (Buleleng) dapat 2 dan di Dapil 8 Kecamatan Banjar juga 2. Banjar kami maksimalkan di 5 Desa Bali Aga (Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyuseri) yang masih dominan Partai Golkar,” kata Wandira.

Menurutnya, perebutan 2 kursi di Dapil Banjar memerlukan kerja keras. Selain juga mendapatkan support dari anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Bali dari Golkar Buleleng yang bergotong royong mendongkrak perolehan suara caleg-caleg di Banjar. Wandira pun menyebut keberhasilan Golkar menambah perolehan kursi di DPRD Kabupaten tidak terlepas dari pemekaran jumlah dapil di Buleleng, yang memberikan kesempatan lebih luas untuk partai dan calegnya berkompetisi.

Dihubungi terpisah Ketua DPC Demokrat Buleleng, Luh Gede Herryani mengatakan Demokrat berjuang cukup keras dan hanya bisa bertahan di 3 kursi. Capaian ini pun diakuinya jauh dari target awal yang dipasang sebanyak 9 kursi atau masing-masing dapil bisa meloloskan 1 kursi. Bahkan satu caleg incumbent andalan Demokrat Luh Hesti Ranitasari yang berjuang di dapil 3 Kecamatan Kubutambahan tumbang disalip caleg dari partai lain.

“Dari penghitungan kami di partai sementara yang aman baru 3 dapil di Dapil 8 Banjar, Dapil 1 Buleleng dan Dapil 6 Seririt. Target kami kemarin memang besar karena dari caleg yang dipasang memang potensial seperti di Kecamatan Busungbiu dan Sukasada yang kami harapkan lolos,” terang Herryani. Sedangkan Ketua DPD II NasDem Buleleng Made Suparjo menyebut caleg yang berpotensi lolos merebut kursi DPRD Kabupaten naik dari 5 kursi menjadi 6 kursi. Yakni di dapil 1 Buleleng, Dapil 2 Sawan, Dapil 3 Kubutambahan, Dapil 4 Tejakula, Dapil 6 Seririt dan Dapil 9 Sukasada.

“Kami sudah pastikan aman di 6 kursi. Perolehannya tidak terlalu jauh meleset dari target yang sering kami sampaikan di awal, yakni 8 kursi di DPRD Buleleng,” terangnya singkat. Sedangkan Ketua DPC Gerindra Buleleng, I Gede Harja Astawa dihubungi terpisah mengatakan setelah melihat hasil rekap pihaknya mengaku sedih kehilangan 1 kursi dari 5 kursi di Pemilu 2019 menjadi 4 kursi di Pemilu 2024. Kursi yang hilang disebutnya di dapil 5 Kecamatan Gerokgak. Sedangkan 4 kursi yang masih bisa dipertahankan, yakni di dapil 1 Buleleng, Dapil 2 Sawan, Dapil 3 Kubutambahan dan Dapil 8 Banjar.

“Target kami satu kursi di satu dapil memang agak berat. Meskipun sesungguhnya suara partai kami baik. Namun dari komposisi hanya 4 yang masih bisa dipertahankan. Tetapi kami berhasil menambah kursi DPRD Provinsi dari 1 menjadi 2. Untuk yang di kabupaten tentu ini akan menjadi evaluasi kami di partai,” terang Harja. 7 k23

Komentar