nusabali

PDIP Kehilangan 3 Kursi Dewan

Demokrat Rebut Kursi Wakil Ketua Dewan di Jembrana

  • www.nusabali.com-pdip-kehilangan-3-kursi-dewan

NEGARA, NusaBali - PDIP kembali mendominasi raihan kursi di DPRD Jembrana pada Pemilu 2024. Partai berlambang Banteng Moncong Putih ini dipastikan mengamankan 15 kursi dari 35 kursi DPRD Jembrana. Walaupun PDIP kehilangan 3 kursi dari 18 kursi pada Pileg 2019 lalu, namun kejayaan PDIP di Jembrana belum tertandingi. Sebaliknya, Partai Demokrat berhasil menggandakan raihan kursi pada Pileg 2024 dan berpotensi merebut satu posisi Wakil Ketua DPRD Jembrana.

Sesuai data yang dihimpun NusaBali, Jumat (1/3) menyebutkan, dari 35 kursi DPRD Jembrana yang tersedia, PDIP merebut 15 kursi, Golkar 6 kursi, Demokrat 6 kursi, Gerindra 4 kursi serta PKB dan PPP masing-masing meraih 2 kursi.

PDIP kehilangan masing-masing 1 kursi di 3 daerah pemilihan (dapil). Diantaranya di Dapil Kecamatan Negara, dari 5 kursi menjadi 4 kursi, di Dapil Kecamatan Mendoyo, dari 5 kursi menjadi 4 kursi, dan di Dapil Kecamatan Jembrana, dari 4 kursi menjadi 3 kursi. Sedangkan di Dapil Kecamatan Melaya dan Dapil Kecamatan Pekutatan, raihan kursi PDIP masih sama seperti Pileg 2019 lalu. Masing-masing di Dapil Kecamatan Melaya 3 kursi dan di Dapil Kecamatan Pekutatan 1 kursi.

Atas raihan itu, PDIP dipastikan akan kembali mengamankan posisi Ketua DPRD Jembrana. Posisi Ketua DPRD Jembrana periode 2024-2029 itu pun berpeluang kembali diduduki incumbent Ni Made Sri Sutharmi yang saat ini tercatat sebagai Ketua DPRD Jembrana periode 2019-2024. Selain memegang posisi Sekretaris PDIP Jembrana, Srikandi PDIP asal Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, tersebut berhasil meraup 6.318 suara sekaligus menjadi caleg peraih suara tertinggi di antara 15 caleg PDIP. Sri Sutharmi juga menjadi caleg digdaya di antara 35 caleg yang diprediksi lolos ke DPRD Jembrana pada Pileg 2024 ini.

Selain PDIP yang mengalami penurunan perolehan kursi, Partai Hanura juga menghadapi ujian berat. Hanura dipastikan tersingkir dalam perebutan kursi DPRD Jembrana. Satu-satunya kursi yang sempat direbut Hanura dengan meloloskan I Ketut Suarta di Dapil Jembrana 2 pada Pileg 2019 lalu, diprediksi gagal dipertahankan pada Pileg 2024 ini. Justru PPP yang sebelumnya hanya merebut 1 kursi di Dapil Jembrana 1, kali ini diprediksi berhasil menambah 1 kursi dewan dari Dapil Jembrana 2.
 
Sementara di balik penurunan 3 kursi PDIP, Demokrat justru berjaya. Bahkan berpeluang merebut kursi Wakil Ketua DPRD Jembrana. Demokrat yang meraih 3 kursi pada Pileg 2019 lalu, berhasil merebut 6 kursi pada Pileg 2024 ini. Tambahan 3 kursi Demokrat itu berasal dari dapil yang  dikuasai PDIP selama ini. Keenam kursi yang diamankan Demokrat itu, masing-masing 2 kursi di Dapil Kecamatan Negara, 2 kursi di Dapil Kecamatan Mendoyo, 1 kursi di Dapil Kecamatan Jembrana  dan 1 kursi di Dapil Kecamatan Melaya.

Selain peningkatan kursi, Demokrat yang meraih ranking keempat pada Pileg 2019 lalu, juga naik ke ranking ketiga pada Pileg 2024 ini. Demokrat pun berhak mendapatkan posisi Wakil Ketua II DPRD Jembrana yang sempat direbut Gerindra pada Pileg 2019 lalu. Pada Pileg 2024 ini, Gerindra masih mempertahankan 4 kursi dan bergeser ke posisi keempat. Sedangkan untuk posisi kedua yang sekaligus berhak menempati posisi Wakil Ketua I DPRD Jembrana, masih dari Partai Golkar yang tetap bertahan meraih 6 kursi. 

Kandidat yang akan menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Jembrana dari Golkar pun bakal berganti. Sebab sang incumbent Golkar, I Wayan Suardika yang menduduki Wakil Ketua DPRD Jembrana periode 2019-2024, diperkirakan gagal lolos ke kursi dewan. Posisi Wakil Ketua DPRD Jembrana dari Golkar pada periode 2024-2029 berpeluang diduduki I Made Sabda, incumbent dari Dapil Kecamatan Melaya. Dia saat ini menduduki posisi Bendahara DPD II Golkar Jembrana. Sehingga, sesuai tradisi di Golkar, untuk jabatan pimpinan di legislatif biasanya mengacu dengan jabatan di struktur partai.

Sekretaris DPD II Golkar Jembrana, I Nyoman Birawan alias Mang Be, Jumat (1/3) membenarkan Golkar Jembrana tetap mempertahankan posisi kedua dalam tarung perebutan kursi DPRD Jembrana pada Pemilu 2024 ini. Menurut Mang Be, yang berpeluang menempati posisi Wakil Ketua DPRD Jembrana adalah I Made Sabda. Mengingat untuk aturan di Golkar, kata Mang Be, yang diprioritaskan mengisi jatah pimpinan di dewan bukanlah peraih suara tertinggi. "Perolehan suara bukan penentu. Tapi ditentukan jabatan di struktur partai. Berdasar posisi struktur partai, yang berpeluang Pak Sabda," ujar Mang Be.

Menurut Mang Be, dalam mekanisme pengisian pimpinan dewan dari Golkar, juga didasari usulan dari bawah atau dari tingkat partai di daerah. Di Golkar, kata Mang Be, tidak ada mekanisme penunjukkan langsung dari pusat atau DPP. “Rencana besok (hari ini,red) kita akan rapat. Prosesnya nanti kita tinggal mengusulkan dan minta rekomendasi ke DPD Provinsi (DPD I Golkar Bali)," ucap Mang Be.

Sementara untuk kursi Wakil Ketua DPRD Jembrana dari Demokrart, berpeluang menjadi perebutan antara sang Ketua DPC Demokrat Jembrana I Wayan Wardana dengan Sekretaris DPC Demokrat Jembrana, I Komang Gede Leon Satriana Wijaya. Leon yang meraih 3.049 suara di Dapil Kecamatan Mendoyo masuk sebagai kandidat wakil ketua, karena menjadi peraih suara tertinggi di antara 6 caleg Demokrat yang diprediksi lolos ke DPRD Jembrana. 

Namun dari sisi pengalaman, Leon yang akan memasuki dua periode sebagai DPRD Jembrana (2019-2024 dan 2024-2029), masih kalah dengan Wardana yang sudah akan empat kali duduk sebagai DPRD Jembrana. Wardana berturut-turut lolos periode 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024, dan 2024-2029. Wardana yang juga merupakan politisi gaek asal Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, juga pernah menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Jembrana pada periode 2014-2019. 

Wardana saat dikonfirmasi mengatakan, penentuan Wakil Ketua DPRD Jembrana dari Demokrat akan ditentukan langsung oleh induk partai atau dari DPP. Menurutnya, keputusan mutlak ada di DPP dan dirinya siap mengikuti keputusan partai. “Nanti dari DPP yang memutuskan. Siapapun yang ditugaskan, tentunya harus siap,” ucap Wardana. ode

Komentar