nusabali

Kuota Pupuk Subsidi Buleleng Berkurang 43 Persen

  • www.nusabali.com-kuota-pupuk-subsidi-buleleng-berkurang-43-persen

SINGARAJA, NusaBali - Petani di Kabupaten Buleleng tahun ini harus berlapang dada, karena alokasi pupuk bersubsidi yang disiapkan pemerintah pusat berkurang drastis.

Bahkan penurunan kuota untuk Kabupaten Buleleng dibandingkan kuota tahun 2023 mengalami penurunan hingga 43,67 persen. Kondisi ini otomatis akan menambah biaya operasional petani untuk membeli pupuk non subsidi.
 
Data Dinas Pertanian Buleleng, usulan pupuk bersubsidi di tahun 2024 sejumlah 21.958 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 8.171 ton lebih pupuk urea, 13.656 ton pupuk NPK dan 130 ton pupuk NPK Formula Khusus (FK). Hanya saja setelah turun kuota dari Kementerian Pertanian hanya terpenuhi 8.341 ton lebih. Kuota tersebut terinci 4.312 ton pupuk urea, 4.010 ton pupuk NPK dan 18,8 ton pupuk NPK FK.
 
Kuota pupuk subsidi tahun ini pun menurun dari tahun 2023 lalu sebesar 43 persen. Pada tahun 2023 lalu Buleleng mendapatkan kuota 14.810 ton lebih pupuk subsidi. Terdiri dari 8.659 ton pupuk urea, 5.999 ton pupuk NPK dan 151 ton pupuk NPK FK.
 
Kepala Bidang Prasarana Sarana Dinas Pertanian Buleleng, Made Siladharma ditemui di ruang kerjanya Senin (5/2) kemarin mengatakan, penurunan kuota pupuk subsidi ini terjadi secara nasional. Kementerian Pertanian tahun ini hanya bisa menyiapkan 4,2 juta ton pupuk subsidi dari rencana pengadaan 12 juta ton. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran, kondisi dua negara penghasil pupuk sedang berperang. Hal ini membuat Harga Pokok Penjualan (HPP) pupuk mengalami kenaikan.
 
“Kondisi ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Untuk Bali sendiri hanya mendapatkan kuota 41.026 ton pupuk subsidi dan Buleleng dapat 8.341 ton. Tetapi informasinya Kementan sedang mengusulkan tambahan anggaran untuk pengadaan pupuk subsidi, kalau disetujui tambahan pupuk bisa direalisasi April mendatang,” ucap Siladharma seizin Kadis Pertanian I Made Sumiarta.
 
Terkait pengurangan kuota pupuk subsidi ini, Dinas Pertanian Buleleng pun sudah turun ke seluruh subak dan petani untuk melakukan sosialisasi. Menghadapi kondisi saat ini menurut Siladharma petani tidak bisa berbuat banyak. Mereka diarahkan untuk memaksimalkan masa tanam di awal tahun ini, selain juga dianjurkan untuk menutupi kekurangan kebutuhan pupuk dengan pupuk organik. Kalau memungkinkan juga dipersilahkan membeli pupuk non subsidi.
 
Sementara itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 744/KPTS/SR.320/M/12/2023, tentang Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Subsidi Sektor Pertanian Tahun 2024, pupuk dialokasikan untuk 9 komoditas. Yakni padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kopi, tebu dan kakao.7 k23

Komentar