nusabali

Rektor Pertama ISI Denpasar Prof Wayan Rai Berpulang

  • www.nusabali.com-rektor-pertama-isi-denpasar-prof-wayan-rai-berpulang

DENPASAR, NusaBali - Awan duka menyelimuti kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan dunia seni di Bali. Guru besar etnomusikologi dan Rektor pertama ISI Denpasar, Prof Dr I Wayan Rai S MA menghembuskan napas terakhir dalam usia 68 tahun, Selasa (16/1) dinihari.

Berpulangnya Prof Rai cukup mengagetkan kalangan civitas akademika ISI Denpasar, seniman, serta para sahabat dekatnya. Sebab, infonya almarhum pada Senin (15/1) masih sempat mengajar di kampus ISI Denpasar dalam kondisi baik-baik saja. Namun pada malam harinya almarhum merasakan sesak napas hingga dilarikan ke rumah sakit.

Putra sulung Prof Rai, yakni I Gde Agus Jaya Sadguna mengatakan ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit serius sebelum meninggal. Setelah mengeluh sesak napas dan muntah-muntah, keluarga membawa Prof Rai ke RS Wangaya Denpasar. “Beliau meninggal tadi (kemarin) jam 01.25 Wita. Meninggalnya karena ada cairan di paru-paru yang berlanjut ke henti jantung,” ujar Sadguna saat dikonfirmasi, Selasa kemarin.

Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan ‘Kun’ Adnyana, merasa kehilangan atas berpulangnya Guru Besar ISI Prof Wayan Rai. “Kami seluruh civitas akademika ISI Denpasar sangat merasa kehilangan atas berpulangnya guru besar etnomusikologi Prof Dr I Wayan Rai S MA. Doa saya semoga almarhum Amor ing Acintya,” ujar Prof Kun Adnyana. Prof Kun mengungkapkan, almarhum Prof Rai pernah menduduki jabatan sebagai Ketua STSI Denpasar 2002-2003, Pj Rektor ISI Denpasar 2003-2004, dan Rektor ISI Denpasar 2004-2013. “Saya atas nama pimpinan dan civitas akademika ISI Denpasar Denpasar menyampaikan bela sungkawa dan duka cita mendalam,” ungkapnya.

Meninggalnya Prof Rai S mengagetkan para dosen, sahabat dan seluruh civitas Kampus ISI Denpasar. “Nggih, sangat mengagetkan, infonya Pak Prof meninggal tadi pagi atau dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, padahal pada Senin sempat mengajar, namun malamnya ada keluhan sesak napas, nika yang tiyang dapat infonya,” kata Dr Dewi Yulianti, salah satu dosen ISI Denpasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali, Prof Dr I Gede Arya Sugiartha MSn mengatakan dirinya merasa kehilangan sosok guru. Guru besar karawitan ISI Denpasar ini juga mengatakan dirinya menemani Prof Rai S memimpin ISI Denpasar sebagai Pembantu Rektor ISI Denpasar. “Ketika beliau menjadi rektor tiyang jadi Pembantu Rektor II, menyertai Prof Rai suka dan duka,” kata Prof Arya Sugiartha.

Rektor ISI Denpasar 2014-2021 ini memuji sosok Prof Rai sebagai seorang tokoh yang cerdas, pekerja keras, ulet, santun, dan mau bergaul dengan siapa saja tidak pandang bulu. “Beliau guru yang luar biasa menempa tiyang. Kita merasa kehilangan figur panutan,” ucapnya. Informasi dari keluarga, untuk sementara jenazah Prof Rai S masih dititipkan di RS Wangaya Denpasar. Pada, Minggu (21/1) nanti jenazah baru akan dibawa pulang ke rumah duka di Perumahan ISI Denpasar, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Badung, sebelum upacara kremasi dilakukan di Krematorium Punduk Dawa, Klungkung pada Anggara Wage Gumbreg, Selasa (23/1).

Untuk diketahui sosok I Wayan Rai dikenal sebagai rektor. Dia pernah memimpin ISI Denpasar dan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua. Sebagai seniman sekaligus akademisi seni, dia telah banyak melahirkan karya seni, makalah dan penelitian di tingkat lokal Bali, nasional dan internasional. I Wayan Rai dikenal sebagai seorang etnomusikolog, komposer dan peneliti musik bangsa-bangsa.

Bakat dan minat pada seni pria kelahiran Ubud, Kabupaten Gianyar pada 26 April 1955 itu sudah tampak sejak kecil. Walaupun, kedua orang tuanya I Made Cemped dan Luh Sampun yang berprofesi sebagai petani, tak memiliki bakat seni. Atas pengabdian, kegigihan dan keteguhan Prof Dr I Wayan Rai S MA, dalam membina, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali, tanpa mengenal lelah dan putus asa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengapresiasinya dengan memberikan Penghargaan Dharma Kusuma Provinsi Bali tahun 2022. 7 cr78

Komentar