nusabali

Jendrika Jadi Pj Bupati Klungkung

Namanya Diusulkan Kemendagri, Hari Ini Dilantik Pj Gubernur

  • www.nusabali.com-jendrika-jadi-pj-bupati-klungkung

Terkait Pilkada 2024, Plt Bupati Klungkung I Made Kasta mengatakan jika memungkinkan dan dikehendaki masyarakat, maka peluang itu akan diambilnya

DENPASAR, NusaBali
Inspektur Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), I Nyoman Jendrika ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Bupati Klungkung menggantikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klungkung I Made Kasta yang habis masa baktinya, Sabtu (16/12) hari ini. Pejabat PPATK ini akan dilantik oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Made Mahendra Jaya di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (16/12) pukul 10.00 Wita. Nama Nyoman Jendrika dipastikan berasal dari usulan Kemendagri yang juga memiliki kewenangan ajukan usulan nama Pj Bupati selain dari Pemprov Bali dan DPRD Klungkung.

Penunjukan Jendrika tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3 - 6590 Tahun 2023 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Klungkung Provinsi Bali yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian pada 13 November 2023. Sesuai SK Mendagri tersebut dijelaskan Pj Bupati Klungkung selama menjabat masih harus menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama, memiliki hak keuangan dan protokoler setara kepala daerah definitif, tugas dan kewenangan yang sama, memfasilitasi persiapan pelaksanaan Pemilu 2024, dan Pilkada di Kabupaten Klungkung tahun 2024, serta menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Jendrika berasal dari Banjar Pasek, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mengungkap bahwa Jendrika memiliki aset dua bidang tanah di Buleleng masing-masing seluas 5.200 meter persegi dan 6.200 meter persegi. Keduanya diterangkan sebagai harta warisan. Selain itu LHKPN juga menyatakan Jendrika memiliki aset tanah/bangunan di Denpasar, Bekasi, dan Jakarta. Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara mengatakan Nyoman Jendrika merupakan salah satu kandidat Pj Bupati yang diajukan pihak Kemendagri.

“Pak Jendrika diajukan Kemendagri yang juga mengajukan tiga nama,” ujar Sukra Negara saat dikonfirmasi NusaBali, Jumat (15/12) siang. Seperti diketahui mekanisme pemilihan Pj Bupati Klungkung didahului dengan pengajuan kandidat masing-masing oleh DPRD Klungkung, Pemprov Bali, dan Kemendagri. Masing-masing mengajukan tiga nama.

Sukra Negara memastikan Jendrika merupakan kandidat yang diajukan oleh Kemendagri. Ia mengungkapkan nama-nama yang diajukan Pemprov Bali sebelumnya, yakni Dewa Nyoman Rai Darmadi, birokrat asal Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung saat ini menjabat sebagai Kasatpol PP Provinsi Bali, I Made Rentin, birokrat asal Desa Werdhi Buana, Kecamatan Mengwi, Badung yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Provinsi Bali, dan I Ketut Sukra Negara yang merupakan birokrat asal Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung saat ini menjabat Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) dan Kesra Pemprov Bali. Sementara itu DPRD Klungkung mengajukan dua nama yang sama, yakni Dewa Nyoman Rai Darmadi dan I Ketut Sukranegara. Satu nama lain adalah Ida Bagus Setiawan alias Gus Setiawan birokrat asal Kecamatan/Kabupaten Klungkung yang saat ini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Bali.

Sukra Negara mengatakan Nyoman Jendrika telah tiba di Bali pada, Jumat pagi kemarin. Langsung menuju Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, untuk mengikuti gladi pelantikannya sebagai Pj Bupati Klungkung pagi ini. “Ini baru selesai gladi bersama Pak Jendrika,” ujar Sukra Negara.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana mengatakan sudah menerima SK tersebut. "Kami juga sudah sampaikan surat undangan untuk menghadiri pelantikan," ujar Gung Lesmana. Terpisah, Plt Bupati Klungkung I Made Kasta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Klungkung sudah mempercayakan kepada dirinya memimpin Klungkung. "Selama 42 hari saya diberikan kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan bupati, saya berusaha berbuat untuk masyarakat seperti penanganan masalah air di Kecamatan Nusa Penida,” ujar Made Kasta.

Foto: Plt Bupati Klungkung, I Made Kasta saat ditemui di kediamannya di Desa Akah, Kecamatan Klungkung, Jumat (15/12). -DEWA DARMAWAN

Setelah berakhir masa jabatannya, dia akan tetap membantu melayani masyarakat dengan kembali menekuni sebagai pengusada (balian). Disinggung mengenai tarung dalam Pilkada Klungkung 2024 mendatang, pria asal Desa Akah, Kecamatan Klungkung ini menegaskan jika memungkinkan dan dikehendaki oleh masyarakat Klungkung, peluang itu akan diambilnya. "Jika peluang itu ada dan juga dikehendaki oleh masyarakat, kenapa tidak, kita tunggu nantilah,” ujar Made Kasta.

Kepada Pj bupati dia berharap ke depannya bisa melanjutkan visi misi bupati-wakil bupati periode 2018-2023 I Nyoman Suwirta-I Made Kasta. "Jika ada kendala kami siap ikut mencarikan solusi walaupun kami tidak lagi menjabat saat itu,” kata Made Kasta. Sedangkan Nyoman Jendrika yang dihubungi NusaBali, Jumat kemarin mengatakan dirinya sudah berada di Bali untuk menjalani gladi bersih pelantikan. "Tadi pagi (kemarin, Red), saya tiba di Bali. Baru saja saya selesai menjalani gladi bersih untuk pelantikan Sabtu (16/12) pagi besok (hari ini)," ujar Jendrika kepada NusaBali melalui pesan elektroniknya, Jumat siang. Meski sudah resmi dipilih sebagai Pj Bupati Klungkung, suami dari Ni Nyoman Wiryani ini enggan bicara banyak terkait posisinya ini.

Sebab, kata Jendrika, dia belum secara resmi dilantik menjadi Pj Bupati Klungkung. "Mohon maaf, saat ini saya belum bisa memberikan komentar karena saya belum dilantik. Yang bisa saya sampaikan, bahwa sudah diagendakan acara  pelantikan Pj Bupati Klungkung pada hari Sabtu, 16 Desember 2023 oleh Pj Gubernur Bali," terangnya. Diketahui Nyoman Jendrika berasal dari Banjar Pasek, Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Di kampung halamannya Jendrika hanya sampai kelas 2 SMA. Lantaran dia ikut sepupunya merantau ke Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Di Palembang, dia melanjutkan pendidikannya kembali. Di sana, anak ketujuh dari tujuh bersaudara ini melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Palembang. Setelah itu, Jendrika melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi, jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sriwijaya (Unsri). Menurut Jendrika, di Unsri dirinya hanya kuliah sampai semester empat. Sebab saat itu ada lowongan kerja di Departemen Keuangan (Depkeu). Berhubung ingin mandiri dan tak ingin bergantung dengan orang lain, maka dengan keyakinan teguh, Jendrika berhenti dari kuliahnya di Unsri.

Keputusan Jendrika keluar dari Unsri terbayar, karena Jendrika kemudian diterima sebagai PNS di Depkeu dengan wilayah kerja di Palembang. Baru beberapa bulan di Depkeu, Jendrika mendapat kesempatan mengikuti Pendidikan dan Latihan Programmer di Jakarta selama satu tahun. Berkat pelatihan itulah, membuat Jendrika pindah ke Jakarta pada tahun 1986. Dari tahun ke tahun, kinerja Jendrika  cukup memuaskan sehingga tak heran bila Jendrika dikirim kantornya mengikuti kursus sistem analis di Singapura.

Bahkan, dirinya juga dipercaya belajar sistem analisis dan desain di Bombay, India. Sepulang dari Singapura, kata Jendrika, terbersit di hatinya untuk melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda. Jendrika lalu melanjutkan pendidikan di STIA LAN Jakarta. Menurut anak dari pasangan Nyoman Cakra dan Ketut Sukri ini, walau dirinya sempat kuliah sampai semester IV di Unsri, tapi dirinya tetap mengulang dari semester pertama.

Bagi Jendrika, itu tak masalah. Apalagi, sang ayah pernah berpesan agar dirinya sekolah setinggi-tinggi agar tak mudah dibohongi orang. “Ayah saya seorang petani dan pernah menjadi leder atau pengantar sapi antar pulau. Tapi, mampu berbahasa Inggris. Oleh karena itu, dirinya selalu berpesan kepada saya agar sekolah setinggi-tingginya sehingga tidak mudah dibohongi orang,” terang Jendrika kepada NusaBali dalam wawancara pada  September 2008 silam.

Jendrika memaparkan, dengan pesan itu menjadi modal baginya untuk  melanjutkan pendidikan S1.

Ditambah lagi, dirinya melanjutkan pendidikan S2. Di Depkeu sendiri, pemilik filosofi lebih baik tangan menengadah ke atas ketimbang ke bawah ini bekerja di Badan informasi dan Teknologi Keuangan. Adanya mutasi membuat Jendrika tak lama bekerja di bagian tersebut. Sebagai gantinya, ayah tiga orang anak ini, bekerja di Biro Perencanaan dan Keuangan. Di sana, ucap Jendrika, dirinya hanya sebentar. Sebab, dirinya lalu diperbantukan ke Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2005 silam.

Walau lama merantau, Nyoman Jendrika dan keluarga selalu menyempatkan pulang ke kampung halaman setiap satu tahun sekali. Terkadang, bisa tiga atau empat kali dalam setahun. Dia mengungkapkan kala itu, dirinya berencana akan menghabiskan masa tua di Pulau Dewata jika pensiun dengan menjadi petani atau menjadi dosen. Namun, kini jalan hidup membawanya menjadi Pj Bupati Klungkung. 7 cr78, wan, k22

 

Komentar