nusabali

Karate Tembus 3.000 Peserta

Panitia KONI Badung Sport Tourism Mengalah

  • www.nusabali.com-karate-tembus-3000-peserta

Desakan tinggi itu agar banyak karateka ikut bertanding dalam kejuaraan internasional ini, sehingga panitia terpaksa menerima sampai 3.000 peserta.

MANGUPURA, NusaBali
Panitia KONI Badung Sport Tourism cabang olahraga beladiri karate akhirnya mengalah pada desakan atlet karate. Awalnya maksimal hanya menerima 2.500 peserta, kini pihak panitia mengakomodir 3.000 karateka dalam kejuaraan yang digelar pada 19-23 Oktober 2023, di GOR Purna Krida Kerobokan, Badung. 

"Desakan tinggi itu agar banyak karateka ikut bertanding dalam kejuaraan internasional ini, sehingga panitia terpaksa menerima sampai 3.000 peserta," kata Sekretaris Panitia, yang juga Sekum Pengkab FORKI Badung, I Ketut Murti, Senin (16/10). 

Menurut Ketut Murti, awalnya jumlah peserta paling banyak 2.500 orang. Lalu kejuaraan akan berlangsung tiga  hari, dengan diawali wellcome dinner pada Kamis (19/10) malam  di sebuah Kafe di Kawasan Canggu, Badung.

Ketut Murti yang juga Sekretaris KKI Badung mengatakan, karena cabor karate paling akhir menyelenggarakan program KONI Badung Sport Tourism dari 7 cabor yang dipertandingan, maka ia akan membuat kondisi pembukaan kejuaraan lebih meriah.

“Kami punya partner kerja untuk membuat GOR lebih meriah, sehingga atlet menjadi betah,” kata Murti, yang juga Binpres KONI Badung itu. Sementara itu, Ketua Umum KONI Badung Made Nariana mengingatkan FORKI Badung, di tengah peminat yang banyak,  agar panitia memperhatikan peningkatan prestasi atlet karate Badung. Tujuan program sport tourism KONI Badung untuk meningkatkan prestasi atlet Badung, sekaligus membantu program pemerintah dalam dunia pariwisata.  Sport tourism juga menjadi program KONI Bali dan KONI Pusat, sekalipun masih sepanjang program. 

"Syukur KONI Badung sudah dapat melaksanakan lebih dahulu, dengan mendatangkan banyak turis yang berolahraga di Badung,” tegas Nariana, yang juga mantan Ketua Umum KONI Bali itu.

Nariana mengatakan, berdasarkan pengalaman dari tujuh cabang olahraga yang ikut program sport tourism, yakni cricket, kabaddi, selancar ombak, taekwondo dan karate, cukup banyak mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar negeri. 

Nariana yang juga mantan Ketum Muaythai Bali, jumlah pastinya kini sedang dihitung tim monev KONI Badung. Dia pun mengatakan, pimpinan KONI akan memberikan penilaian terhadap cabor yang ikut dalam sport tourism ini. 

“Ukurannya jumlah peserta, pelayanan selama pertandingan, manajemen penyelenggaraan, pelayanan terhadap tamu (domestik dan internasional), dan yang terpenting atlet Badung dapat meningkatkan pretasi,”kata Nariana, yang juga mantan Ketua Umum KONI Bali itu.

“Atlet Badung sebagai tuan rumah harus mendapat prestasi dari ajang yang kami sebut sebagai try in melawan atlet luar Bali dan atlet internasional,” kata Nariana.
Nariana juga mengatakan, pada 2024 akan kembali diselenggarakan acara serupa dengan tujuan meningkatkan prestasi atlet Badung yang akan ikut PON Aceh dan Sumut. Tujuan kedua tentu mendatangkan wisatawan dari kalangan olahraga ke Badung dan Bali pada umumnya. dek

Komentar