nusabali

Bendungan Palasari Mengering

  • www.nusabali.com-bendungan-palasari-mengering

Selain kemarau panjang akibat El Nino, kekeringan di salah satu bendungan terbesar di Bali ini diperparah masalah kerusakan hutan.

NEGARA, NusaBali
Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, belakangan mengalami penyusutan volume air. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, sangat berharap masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam menjaga dan mengawasi hutan. 

Pengawasan maupun kesadaran bersama untuk menjaga hutan dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Bahkan, dirinya mengaku ingin ada semacam 'pagar betis' atau penjagaan di setiap desa kepada setiap orang yang hendak masuk hutan. "Jadi kalau ada yang aneh malam-malam mobil atau apapun itu, bisa saja dicegat ditanya apa tujuannya. Apalagi bawa alat-alat untuk memotong kayu. Ini bagian daripada menjaga," ujar Bupati Tamba saat meninjau kondisi kekeringan di Bendungan Palasari, Jumat (13/10).

Surutnya air di Bendungan Palasari saat ini, diketahui berdampak pada ketersediaan air irigasi untuk para petani. Selain itu, juga berdampak pada debit air di sungai-sungai di sekitarnya. Menurut Bupati Tamba, surutnya air di Bendungan Palasari ini sangat dipengaruhi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. 

Akan tetapi, Bupati Tamba menegaskan, ketersediaan air di Bendungan Palasari masih tersedia untuk mengairi beberapa subak. Dalam kondisi normal, Bendungan Palasari mampu mengairi 10 wilayah subak di sekitarnya. Namun dengan penurunan volume air saat ini, hanya cukup untuk mengairi 3 wilayah subak.

"Secara global memang (dampak) fenomena El Nino sangat tinggi, jadi dimana-mana kering. Dan ini (di Bandungan Palasari) juga belum dikatakan titik nol. Air masih ada, mungkin 10 hingga 20 persen menggenang airnya, dan masih cukup juga untuk mengairi tiga subak," ucap Bupati Tamba. 7ode

Komentar