nusabali

PBSI Diminta Berbenah Total

Kritik Bulutangkis Tanpa Medali di Asian Games

  • www.nusabali.com-pbsi-diminta-berbenah-total

PBSI harus evaluasi secara tegas, baik manajemen ataupun kepelatihan. Kegagalan Indonesia membawa pulang medali di Asian Games 2022 adalah pukulan keras prestasi olahraga Indonesia, sehingga perlunya perbaikan signifikan.

JAKARTA, NusaBali
Pelatih bulutangkis senior Mulyo Handoyo mengingatkan pentingnya PP PBSI melalukan pembenahan atau evaluasi manajemen maupun kepelatihan seusai kegagalan tim bulutangkis Indonesia meraih medali di Asian Games 2022.

“Semuanya harus dievaluasi mulai dari manajemen, kepelatihan. Ini harus semuanya dievaluasi karena kan enggak ada medali sama sekali,” kata Mulyo Handoyo, Jumat (7/10) malam.

Tim bulutangkis Indonesia, yang sebelumnya ditargetkan menyumbang tiga medali emas, gagal total di Asian Games 2022. Untuk kali pertama dalam sejarah Asian Games, Indonesia gagal meraih medali di cabang olahraga bulu tangkis, menyusul tidak ada satu pun wakil tim Merah Putih yang maju ke semifinal nomor perseorangan Asian Games 2022 Hangzhou.

Padahal, cabang olahraga itu sejak pertama kali dipertandingkan di ajang kejuaraan empat tahunan tersebut pada tahun 1962, selalu membawa pulang medali dan menjadi pilar utama posisi Kontingen Indonesia dalam klasemen perolehan medali pesta olahraga antar negara Asia itu.

Mulyo menilai pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) harus melakukan evaluasi secara tegas, baik manajemen ataupun kepelatihan. Menurut mantan pelatih pebulu tangkis legendaris Taufik Hidayat itu, kegagalan perwakilan Indonesia dalam membawa pulang medali di Asian Games 2022 merupakan pukulan keras bagi prestasi olahraga Indonesia, sehingga perlunya perbaikan signifikan dalam persiapan dan strategi menghadapi kompetisi tingkat Asia yang sangat kompetitif.

Mulyo Handoyo mengatakan salah satu langkah penting adalah meningkatkan pembinaan bakat muda. Investasi dalam pengembangan atlet muda dengan potensi tinggi dapat membantu Indonesia bersaing dengan lebih baik di tingkat internasional.

“Setahu saya, bulutangkis selama mengikuti Asian Games selalu mendapat medali emas. Jadi, semua harus introspeksi diri. Ini menyangkut nama baik Indonesia, pokoknya untuk kepentingan nasional harus diutamakan,” kata Mulyo Handoyo.

Mulyo Handoyo juga mengatakan bahwa komitmen untuk melakukan evaluasi dan belajar dari kegagalan penting dilakukan apalagi Indonesia memiliki potensi untuk meraih hasil yang lebih baik di panggung olahraga internasional.

Mulyo menambahkan bahwa perencanaan yang matang juga diperlukan dalam mengikuti kejuaraan karena hal tersebut akan menjadi fondasi keberhasilan. Hal itu akan membantu atlet mempersiapkan strategi, fokus mental, dan pelaksanaan terbaik untuk mencapai tujuan mereka di arena kompetisi.

“Terutama Binpres (Bidang Pembinaan Prestasi) ini bagaimana membuat planning-nya, perencanaannya. Terus pelatih bagaimana mengejar target-target yang harus dicapai. Ini kan harus jelas semua, kalau di situ enggak jelas, mana bisa. Kalau kita kejar tanpa planning tanpa perencanaan, iya begini jadinya,” kata Mulyo Handoyo. 

Sementara itu, legenda bulu tangkis Indonesia Candra Wijaya menilai sulitnya pemain bulutangkis Indonesia meraih medali di Asian Games 2022 karena tingginya intensitas turnamen yang diikuti para atlet sehingga fokus untuk mencapai target menjadi terganggu.

“Jadi fokus konsentrasinya juga mungkin terpecah, terus mungkin sasaran utama juga mungkin kabur. Jadi banyak hal lain yang mesti dievaluasi,” kata Candra Wijaya. Pria kelahiran Cirebon, 16 September 1975 ini menyampaikan bahwa banyak hal yang harus dievaluasi. Namun ia menitikberatkan pada sistem pengembangan strategi pembinaan nasional, bukan hanya kepada pemain yang ada di Pelatnas dan pelapisnya. ant

Komentar