nusabali

BI Gelar Capacity Building untuk KUPVA

Dukung Pariwisata Bali

  • www.nusabali.com-bi-gelar-capacity-building-untuk-kupva

DENPASAR, NusaBali - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali (KPwBI Bali) menggelar capacity building, bagi pengusaha industri Kelompok Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank (BB) dan  Penyedia Jasa Pembayaran Layanan Registrasi Bukan Bank (PJP LR BB) dan pihak lain terkait, Selasa (12/9).

Capacity building berkaitan dengan komitmen dalam  upaya pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Kegiatan bertempat  di ruang Tirta Gangga Kantor BI Bali, Jalan Letda Tantular, Denpasar Selasa (12/9). Adapun narasumbernya, Syahril Ramadhan (Direktur Direktorat Pengawasan Kepatuhan Penyedia Jasa Keuangan (DPK PJK) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Veranto Kurmiawan(Analis Transaksi Keuangan) PPATK. Kemudian, Isnu Yuwana Darmawan (Kepala Divisi Layanan Nasabah dan Perizinan (Bank Indonesia) dan Mutiara Sianipar (Analis Divisi Pengembangan  Sistem Tresuri dan Layanan Perbankan) Bank Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjokorda Bagus Pemayun mengapresiasi kegiatan capacity building untuk KUPVA BB dan PJP LR BB yang dilaksanakan Bank Indonesia. 

“Ini seiring dengan  keinginan  dari Pemprov  Bali, bagaimana semua harus  mempunyai  standar kepariwisataan Bali,” ujarnya.

Hal itu sesuai dengan   Perda 5/2020, tentang Standar Penyelenggaraan Pariwisata Bali. Bagaimana sebagai sarana penunjang pariwisata, money changer bisa memberi pelayanan yang maksimal, transparan dan terukur.

Dikatakan Cok Bagus Pemayun,  capacity building merupakan langkah strategis  dalam rangka melindungi sektor pariwisata dalam mewujudkan  Ekonomi Kerthi Bali. Dan merupakan langkah penting serta relevan untuk merespon perkembangan dinamika khususnya  di sektor  industri pariwisata dan jasa keuangan. Serta upaya dan pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan  terorisme.

“Melalui capacity building, betul-betul BI cepat dan tanggap untuk meminimalisir  kegiatan -kegiatan money changer yang tak sesuai perizinan,” ucap Tjok Bagus Pemayun.

Sementara Deputi  Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali, Gusti Agung Diah Utari pelaksanaan capacity building merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia bersama Pemda, menciptakan industri KUPVA BB  yang baik dan sehat. Sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan manca negara (wisman) yang berwisata di Bali.

”Capacity Building merupakan dukungan terhadap pariwisata. Karena industri KUPVA BB merupakan salah satu jasa penunjang pariwisata yang sangat penting di Bali,” ujar GA Diah Utari.

Bank Indonesia mewajibkan KUPVA BB memasang sertifikat dari Bank Indonesia. “Untuk money changer legal, kita mewajibkan memasang sertifikat legalitas, sehingga wisatawan yang bertransaksi bisa melihatnya,” tegasnya.

Tambahnya itu  juga sudah tercakup dalam platform Bank Indonesia, mana money changer yang berizin (legal). K17.

Komentar