nusabali

IKKAPI Teriak Harga Beras Tembus Rekor

  • www.nusabali.com-ikkapi-teriak-harga-beras-tembus-rekor

TANGERANG, NusaBali - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan bahwa stok beras aman sampai akhir tahun. Hal ini menjawab keluhan pedagang yang saat ini mengaku sulit mendapatkan stok beras.

"Sekarang sudah lumayan, stoknya banyak," ujar pria yang akrab disapa Zulhas ditemui di ICE BSD, Tangerang, seperti dilansir detikcom, Kamis (31/8).

Hanya saja, dia belum mengetahui berapa angka pasti stok beras di dalam negeri. Dirinya mengatakan akan berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog.

"Nanti saya tanyakan ke Bapanas. Kan itu urusannya Bapanas sama Bulog," jelas dia.

Sebagai informasi, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKKAPI) merilis data terbaru per Kamis (31/8). Harga beras medium secara nasional di kisaran Rp 12.300-12.400 per kilogram (kg). Sedangkan harga beras premium di kisaran Rp 14.000-14.200.

"Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dan record kenaikan harga beras," ujar Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri dalam keterangannya.

Untuk itu pihaknya mendorong agar ada upaya-upaya percepatan pencegahan agar tidak masuk ke dalam 'darurat beras nasional'.

Meski belum masuk pada fase darurat beras secara nasional, tetapi memang potensi itu terus ada karena kami melihat bahwa di  lapangan saat ini di tingkat penggilingan sudah cukup sulit mendapatkan beras bahkan berebut.

"Sedangkan di sisi lain Kementerian Pertanian masih meyakini bahwa akan ada panen di September, tetapi kami sendiri melihat fakta di lapangan melalui keluhan dari pedagang pasar se-Indonesia," ucapnya.

Pedagang memprediksi stok beras yang dimiliki secara nasional masih belum cukup dalam waktu 4 bulan ke depan. Dia meminta kepada pemerintah untuk mengupayakan langkah-langkah yang efektif.

"Yang baik karena bagaimanapun juga beras adalah satu-satunya bahan pangan yang wajib di masyarakat sehingga kami mendorong untuk dilakukan percepatan penguatan penanganan agar tidak terjadi kepanikan dibawah," tuturnya.

Batasi Ekspor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri meminta semua pihak memerhatikan ketersediaan pangan dalam negeri, terutama beras. Peringatan Jokowi ini mengingat sudah banyak negara yang membatasi ekspor pangan untuk menjaga kebutuhan dalam negeri.

Jokowi mengatakan, belasan negara sudah menjalankan kebijakan pembatasan ekspor pangan mulai dari beras, biji-bijian hingga daging. Langkah pembatasan ekspor ini karena negara tersebut lebih mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

"19 negara membatasi ekspor produk pangan sekarang, mulai dari daging, beras, minyak, jagung, gula, tepung, semuanya untuk menyelamatkan rakyatnya masing-masing. Karena itu, Bupati, Gubernur yang di daerahnya memiliki sawah perhatikan agar produktivitasnya bisa meningkat," ungkap Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2023, dikutip dari liputan6.com, Kamis (31/8).

"Karena kalau sudah pada posisi semua negara ngerem ekspor, yang bisa menyelamatkan negara itu ya negara itu masing-masing," ujarnya.

Jokowi pun menyoroti angka inflasi beras di Indonesia bulan Juli yang menyentuh 6,4%.

"Ini yang kita harus hati-hati saya selalu cek data di kertas. Kalau naik pasti saya pergi ke daerah saya cek di pasar. Maka dari itu saya minta juga seluruh anggota tim pengendali inflasi pusat maupun daerah juga mengecek secara langsung," tegasnya.

ena harga sayur-sayuran, makanan segar dan daging menjadi lebih mahal karena berkurangnya hasil panen dan harga pakan ternak yang lebih mahal," ungkap The Straits Times. 7

Komentar