nusabali

3 TPST Akan Beroperasi Kembali Bertahap

TPST Kesiman Kertalangu Jadi Lokasi Uji Coba Penanganan Bau Sampah

  • www.nusabali.com-3-tpst-akan-beroperasi-kembali-bertahap

Penanganan bau menggunakan sistem ionisasi untuk menghilangkan bau. Sebelum masuk ke cerobong, asap akan masuk ke dalam air, setelah itu barulah keluar di cerobong.

DENPASAR, NusaBali
Proses perbaikan dan penanganan bau sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kota Denpasar sampai saat ini masih dilakukan. Tiga TPST tersebut dipastikan akan kembali beroperasi secara bertahap.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat diwawancarai usai Sidang Paripurna di Kantor DPRD Kota Denpasar, Kamis (24/8).

Menurutnya, penanganan bau di TPST Kota Denpasar saat ini masih berproses. Pihak rekanan tengah melakukan pembuatan sistem agar tak menimbulkan bau dan diprotes masyarakat lagi.

Untuk penanganan bau, TPST Kesiman Kertalangu digunakan sebagai uji coba. Sementara dua TPST lainnya akan mengadopsi sistem yang digunakan di TPST Kesiman. Dia mengatakan, pemasangan alat untuk di TPST Kesiman Kertalangu ditarget selesai pada minggu kedua bulan September 2023.

Dimana untuk penanganan bau menggunakan sistem ionisasi untuk menghilangkan bau. Sebelum masuk ke cerobong, asap akan masuk ke dalam air, setelah itu barulah keluar di cerobong. “Sebelum digunakan, kami minta diuji coba dulu. Kalau masih bau, diubah lagi,” jelas Arya Wibawa.

Setelah TPST Kesiman Kertalangu barulah diterapkan di TPST Tahura Ngurah Rai dan TPST Padangsambian Kaja. Sementara itu, untuk TPST Tahura Ngurah Rai ditarget beroperasi akhir Oktober 2023 dan TPST Padangsambian Kaja beroperasi November 2023. “Nanti yang di Padangsambian Kaja karena berdekatan dengan sekolah dan pemukiman warga, kami harus benar-benar perhatikan,” imbuhnya.

Namun menurutnya, dua TPST di Kesiman Kertalangu dan Tahura Ngurah Rai sudah mampu mengatasi volume sampah harian di Kota Denpasar. Pasalnya, volume sampah per hari rata-rata 850 ton per hari. Sementara untuk kapasitas TPST Kesiman dan Tahura Ngurah Rai 900 ton. "Nanti untuk di Padangsambian Kaja, digunakan untuk penambahan wood pelet, suplai bahan bakar untuk pengelolaan dua TPST,” imbuhnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Bali CMPP, Made Wahyu Wiratma mengakui bahwa proses pengolahan sampah di TPST Kesiman Kertalangu menimbulkan dampak bau yang dikeluhkan masyarakat. Bali CMPP terus berusaha memaksimalkan mengatasi keluhan masyarakat ini.

Hal ini dilaksanakan dengan Pembuatan Instalasi Pengolahan Bau Sampah. Dimana nantinya bau yang ditimbulkan diserap oleh pipa, untuk diolah di Instalasi Pengolahan Bau Sampah. Selesai diolah, udara dilepaskan tanpa bau.

"Kami siap menerima konsekuensi jika masih menimbulkan bau sesuai dengan kesepakatan yang dilaksanakan. Sementara itu, sambil menunggu cerobong asap selesai dan mesin baru dipasang, TPST hanya akan menerima sampah dari wilayah Kesiman Kertalangu saja yang akan dipilah-pilah sesuai jenisnya yang kemudian sementara akan dibawa ke Tahura Suwung untuk di olah," ungkapnya. 7 mis

Komentar