nusabali

Warning! BBMKG Ungkap Potensi Kekeringan Meteorologis di Wilayah Bali

  • www.nusabali.com-warning-bbmkg-ungkap-potensi-kekeringan-meteorologis-di-wilayah-bali

MANGUPURA, NusaBali.com - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis yang terjadi di wilayah Bali.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wirajaya menjelaskan kekeringan meteorologis merupakan suatu kondisi kering suatu daerah pada periode waktu tertentu yang disebabkan berkurangnya curah hujan dan atau musim kemarau yang panjang.

Ia menerangkan dari hasil analisa Monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) Provinsi Bali sejak 10 Agustus 2023, secara umum HTH di Bali berada pada Kategori Masih Ada Hujan hingga Kategori Kekeringan Ekstrim atau lebih dari 60 Hari Tidak Turun Hujan.

“Distribusi Curah Hujan di wilayah Bali secara umum antara 0 hingga 154.0 mm atau dasarian,” ungkapnya pada Senin (14/8/2023) siang.

Lebih lanjut ia jelaskan, ada 20 wilayah yang akan berdampak dengan tingkatan atau kategori yang bervariasi. Tiga kategori dalam kekeringan meteorologis itu diantaranya kategori waspada, siaga, dan awas.

Wirajaya menerangkan untuk wilayah yang masuk dalam kategori waspada dipicu akibat jumlah hari tanpa hujan paling singkat 21 hari. Kemudian, prakiraan probabilitas curah hujan dasarian kurang dari 20 Mm per dasarian dengan peluang di atas dasarian 70 persen dan atau nilai indeks curah hujan terstandarisasi diantara 1,00 sampai dengan - 1,49.

Sedangkan, pada kategori Siaga dipicu oleh jumlah hari tanpa hujan paling singkat 31 hari dan prakiraan probabilitas curah hujan dasarian kurang dari 20 Mm per dasarian dengan peluang di atas dasarian 70 persen dan atau nilai indeks curah hujan terstandarisasi diantara 1,50 sampai dengan - 1,99.

Sementara, untuk wilayah yang masuk dalam kategori awas dipicu karena jumlah hari tanpa hujan paling singkat 61 hari dan prakiraan probabilitas curah hujan dasarian kurang dari 20 mm atau dasarian dengan peluang di atas 70 persen atau nilai indeks curah hujan terstandardisasi paling tinggi -2.00.

Adapun wilayah yang terdampak potensi kekeringan dengan kategori waspada yaitu Kecamatan Melaya, Kecamatan Pekutatan, Selemadeg Barat, Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta, Kecamatan Kuta Selatan, Kecamatan Denpasar Utara.

Kemudian Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Blabatuh, Kecamatan Rendang, Kecamatan Bang dan Nusa Penida. Sedangkan, di kategori Siaga itu wilayah Kabupaten Buleleng, Kecamatan Pupuan, Kecamatan Kintamani, Kecamatan Denpasar Barat, Kecamatan Denpasar Selatan, Kecamatan Sukawati, Kecamatan Bebandem serta Karangasem.

“Sementara untuk kategori awas yakni di Kubu. Totalnya ada 12 wilayah kategori Waspada, 8 wilayah kategori Siaga dan 1 wilayah kategori Awas," ungkapnya.

Sebagai informasi tambahan, untuk prediksi cuaca umum saat ini berawan yang masih berpotensi hujan ringan secara tidak merata di wilayah Bali bagian barat dengan suhu udara berkisar antara 20 hingga 32 derajat celcius dan kelembapan udara berkisar antara 55 hingga 95 persen. *ris

Komentar