nusabali

Harga Komoditas di Badung Stabil, Telur Masih Bertengger Jelang Galungan

  • www.nusabali.com-harga-komoditas-di-badung-stabil-telur-masih-bertengger-jelang-galungan

MANGUPURA, NusaBali.com - Sejumlah harga kebutuhan pokok diklaim masih stabil di Kabupaten Badung menjelang Hari Raya Galungan. Namun, harga telur terpantau masih tinggi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UKMP) Badung I Made Widiana mengabarkan, sejumlah harga kebutuhan pokok masih terpantau dalam batas aman. Tidak naik terlalu tinggi dan tidak turun terlalu dalam.

"Bahan kebutuhan pokok di Badung masih terpantau stabil seperti beras, rempah-rempah, dan khususnya minyak masih HET (harga eceran tertinggi) menjelang Galungan ini," kata Widiana kepada NusaBali.com ketika dihubungi pada Kamis (27/7/2023) sore.

Harga beras misalnya, dijelaskan Widiana, masih dalam situasi normal. Untuk beras Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) yang disalurkan ke pegawai di lingkup Puspem Badung pun masih dengan harga Rp 12.600 per kilogram.

Sementara harga beras dengan merek lain terpantau bervariasi tergantung kualitasnya. Beras medium dijual dengan harga pada kisaran Rp 13.000 per kilogram. Sedangkan beras kualitas premium dijual pada rentang harga sekitar Rp 14.000 per kilogram.

"Harga beras pada prinsipnya masih stabil. Yang masih bertengger itu adalah telur yang sudah naik harganya beberapa bulan ini," imbuh Widiana.

Kata Widiana, telur kelas 'kecil' (tanggung-besar) dibanderol seharga Rp 58.000 per kerat. Telur kelas 'besar' (besar-super) dijual senilai Rp 60.000-65.000 per kerat.

Selain telur, komoditas lain yang berkaitan langsung dengan piranti upacara juga dipastikan bakal mengalami kenaikan harga. Janur, pisang, dan buah-buahan lainnya diprediksi mengalami sundulan harga.

"Hari ini kami turun bersama TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kabupaten Badung ke Pasar Jimbaran, Pasar Kuta II, dan Pasar Dalung. Semoga tidak terjadi inflasi yang tinggi," ujar Widiana.

Lanjut mantan Camat Kuta Selatan ini, pemerintah tidak mau sesumbar menargetkan batas atas inflasi. Pihaknya disebut bakal terus melakukan pemantauan berkala lebih intensif menjelang hari raya.

Sejauh ini, tingkat inflasi di Provinsi Bali masih lebih rendah dari tingkat inflasi nasional. Data BPS menunjukkan, Bali mengalami deflasi sedalam 0,04 persen pada Juni 2023 dibanding bulan sebelumnya.

Angka ini lebih rendah dari inflasi month-to-month nasional yang setinggi 0,14 persen. Begitu pula inflasi year-to-date dan year-on-year Bali pada Juni lalu yakni masing-masing 1,14 persen dan 3,08 persen. Dibadingkan inflasi year-on-year nasional yang setinggi 3,52 persen. *rat

Komentar