nusabali

Hari Pertama Idul Adha, RPH Mambal Potong 103 Hewan Kurban

  • www.nusabali.com-hari-pertama-idul-adha-rph-mambal-potong-103-hewan-kurban

MANGUPURA, NusaBali.com - UPTD Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Mambal menerima orderan memotong hewan kurban, 100 ekor sapi dan 3 ekor kambing,  di hari pertama Idul Adha 10 Dzulhijah 1444 Hijriah, Kamis (29/6/2023).

Jumlah pelayanan pemotongan hewan kurban pada Idul Adha tahun 2023 ini diprediksi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama menerangkan, faktor pandemi dan penyakit mulut dan kuku (PMK) memengaruhi tingkat pemotongan hewan kurban.

"Pada tahun sebelumnya itu kan masih pandemi dan ada wabah PMK. Jadi setiap masjid atau yang ingin memotong hewan kurban itu dijawibkan di RPH untuk memudahkan pemantauan (kerumunan saat pandemi dan wabah PMK)," tutur Asrama dijumpai di RPH Mambal pada Kamis pagi.

Pasca pandemi dan Pulau Dewata yang sudah menjadi zona hijau kasus PMK, tidak ada restriksi bagi komunitas Muslim yang ingin melanjutkan tradisi kurban di lingkungan masing-masing. Faktor inilah yang dinilai bakal menurunkan angka pemotongan hewan kurban di RPH Mambal.

"Tahun lalu (2022), RPH Mambal menerima 500 ekor sapi dan kambing yang mendekati angka 700 ekor. Statistik tahun ini, kami akan pantau dulu selama tiga hari ke depan pada hari-hari Tasyrik," beber Asrama.

Pada hari pertama Idul Adha ini, RPH Mambal menerima pesanan dari Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono dan Yayasan Yatim Mandiri (YM) Surabaya. Khususnya Yayasan YM Surabaya sudah menjadi konsumen loyal RPH Mambal selama 8 tahun.

Wakil Ketua Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Kurban YM Surabaya Imam Fahrudin menjelaskan, pihaknya sudah bergerak sejak dua bulan lalu. Di mana, daging kurban yang diproses RPH Mambal akan disebar ke pelosok tanah air terutama bagi yang membutuhkan.

"Karena kami produksi di Bali, mulai dari hewan kurbannya itu sapi Bali. Kemudian daging kurban ini akan kami olah menjadi sosis dan kari sebelum disalurkan ke saudara-saudara yang membutuhkan di pelosok Indonesia," jelas Imam dijumpai di RPH Mambal.

Alasan YM Surabaya memesan hewan kurban di Bali lantaran mulai dari hewan kurban dan RPH yang mampu menangani pemotongan hewan berjumlah besar sudah tersedia. Selain itu, khususnya di RPH Mambal, sudah memiliki standar hygiene, sistem operasi yang baik, dan ada tenaga juru sembelih halal (juleha).

"Saat hewan kurban sampai di RPH Mambal, kami istirahatkan dulu. Setelah itu dilakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum dipotong) untuk menguji kesehatan hewan kurban. Setelah itu dilakukan pemingsanan, disembelih, dicek karkas (post mortem), di-boning, dan dipak dagingnya," papar Asrama.

Meskipun jumlah pemotongan hewan kurban diprediksi menurun, lebih dari 100 hewan kurban yang masuk RPH Mambal pada Kamis sudah dua kali lipat kapasitas normal. Bahkan, RPH Mambal menambah tenaga menjadi 60 orang.

Sejumlah tenaga RPH itu terdiri dari 5 orang dokter hewan, satu orang juleha bersertifikat, dan sisanya di pos masing-masing. Jumlah normal tenaga kerja di RPH Mambal adalah 10-15 orang. *rat

Komentar