nusabali

Bentrok Ormas, 4 Tewas, 5 Kritis

  • www.nusabali.com-bentrok-ormas-4-tewas-5-kritis

Bentrok di LP Kerobokan telan 2 nyawa dan 2 korban luka, sementara di Jalan Teuku Umar Denpasar jatuh 2 korban tewas dan 3 luka.

Usai Rusuh di LP Kerobokan, Bentrokan Pecah di Jalan Teuku Umar

DENPASAR, NusaBali
Massa dari dua kelompok ormas besar terlibat bentrokan secara beruntun di dua lokasi berbeda, LP Kerobokan (Kecamatan Kuta Utara, Badung) dan Jalan Teuku Umar Denpasar, Kamis (17/12) sore hingga petang. Akibat bentrok massa yang dipicu keibutan di LP Kerobokan ini, 4 orang tewas, selain 5 korban luka berat hingga dilarikan ke RS Sanglah.

Sebelum terlibat bentrokan di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat, massa dua ormas besar (Laskar Bali vs Baladika), lebih dulu bentrok di LP Kerobokan, Kamis sore sekitar pukul 16.00 Wita. Dalam bentrokan di LP Kerobokan ini, jatuh 2 korban tewas dan 2 luka berat. Setelah bentrok di LP Kerobokan, massa dua ormas terlibat bentrokan lagi di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat. Dalam bentrok kedua, jatuh 2 korban tewas dan 3 luka berat.

Korban tewas di LP Kerobokan keduanya merupakan tahanan, yakni I Putu Sumariana alias Tu Robot (asal Ubung Kaja, Denpasar Utara) dan I Putu Sumarjaya alias Dogler (asal Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung). Sementara 2 korban luka dalam bentrok di LP Kerobokan masing-masing I Putu Semal (asal Desa Babakan, Gianyar) dan Adi Wibawa alias Dore (asal Pekambungan, Denpasar Barat).

Sebaliknya, 2 korban tewas dalam bentrokan di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat belum diketahui identitas dan asalnya. Korban Mr X pertama tewas dengan luka tebas di pergelangan tangan dan luka tusuk di perut hingga ususnya terburai. Sementara korban Mr X kedua juga tewas di lokasi TKP sekitar Jalan Teuku Umar Denpasar Barat, dengan luka tebas dan tusuk di sekujur tubuhnya. Sedangkan 3 korban terluka bentrokan di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat masing-masing Ferdian, 27, I Made Suriata, 48, dan I Wayan Suardana, 23.

Informasi yang dihimpun NusaBali di lapangan, bentrokan maut hingga merenggut 3 nyawa dan 5 korban luka ini berawal dari rusuh di LP Kerobokan. Saat itu, sore sekitar pukul 16.00 Wita, Ketua Blok D LP Kerobokan, Putu Sumariana alias Tu Robot, hendak menjemput dua rekannya yang baru saja dilimpahkan ke LP Kerobokan selaku tersangka kasus pembunuhan di Jalan Pidada Denpasar, beberapa waktu lalu. 

Tu Robot (yang kemudian tewas dalambentrokan ini) menjemput rekannya yang baru masuk LP Kerobokan itu bersama 7 temannya, termasuk di antara mereka adalah Putu Sumarjaya alias Dogler (korban tewas), I Putu Semal (korban luka), dan Adi Wibawa alias Dore (korban luka). “Jadi, Tu Robot ini mau jemput dua temannya yang baru masuk LP Kerobokan. Mereka dari kelompok ormas yang sama,” ujar sumber di LP Kerobokan.
Nah, saat akan menjemput dua temannya yang baru dijebloskan ke LP Kerobokan sore itu, Tu Robot tiba-tiba diserang oleh beberapa napi dari Blok C LP Kerobokan. Kelompok penyerang disebutkan menggunakan senjata pedang. Karena kalah jumlah dan tidak membawa senjata, Tu Robot bersama rekan-rekannya pun jadi bulan-bulanan kelompok dari Blok C.

Beberapa sipir penjara sebetulnya langsung berupaya melerai kerusuhan sore itu. Empat orang yang luka berat, yakni Tu Robot, Putu Semal, Dogler, dan Dore dibawa petugas ke UGD RS Sanglah, Denpasar untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, dua di antara mereka, yakni Tu Robot dan Dogler akhirnya meninggal dunia, karena menderita luka tebas di beberapa bagian tubuhnya.

Begitu mendengar adanya aksi penyerangan yang menyebabkan 4 anggota mereka terluka di mana 2 orang di antaranya tewas, massa ormas yang menaunginya sempat mendatangi dan menduduki halaman depan LP Krobokan. Mereka datang dengan membawa senjata tajam. Begitu pula kelompok ormas seterunya, berdatangan ke LP Kerobokan. 

Selanjutnya...

Komentar