nusabali

36 Calon Berebut 18 Kursi Panwascam

  • www.nusabali.com-36-calon-berebut-18-kursi-panwascam

MANGUPURA, NusaBali
Sebanyak 36 orang calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pemilu 2024 di Kabupaten Badung menjalan tes wawancara 19-20 Oktober  di Kawasan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung.

Mereka memperebutkan 18 kursi Panwascam yang tersebar di 6 kecamatan. Ketua Bawaslu Badung I Ketut Alit Astasoma mengungkapkan, sebelum masuk ke tahapan seleksi wawancara, ada 59 pendaftar yang mengikuti CAT (computer assisted test). Dari seleksi CAT, terpilih 36 orang tersebar di 6 kecamatan. Artinya, masing-masing kecamatan meloloskan 6 besar kandidat Panwascam. Pada 24-25 Oktober mendatang akan ditetapkan 3 orang Calon Anggota Panwascam terpilih di masing-masing kecamatan.

"Hari ini (kemarin,red) kami mengadakan tes wawancara. Tes dilaksanakan selama dua hari, sesuai tahapan yang sudah disepakati. Di Badung ada enam kecamatan, sehingga peserta yang wawancara 36 orang," ungkap Alit Astasoma, Kamis (20/10).

Sebelum sampai pada tahap wawancara, diakui Alit Astasoma, sempat ada kendala saat pendaftaran, yakni di Kecamatan Kuta Selatan sepi peminat. Pihaknya pun cukup bekerja ekstra agar kuota tersebut bisa terpenuhi. Beruntung, pada perpanjangan pendaftaran, kuota dari Kuta Selatan bisa terpenuhi yakni minimal 6 orang. "Nanti akan dipilih 3 orang yang lolos di masing-masing kecamatan, untuk selanjutnya dilantik sebagai Anggota Panwascam," katanya.

Alit Astasoma menambahkan, untuk menentukan kandidat terpilih, hasil CAT dan wawancara akan diakumulasikan sebagai nilai terakhir. “Hasil tes akan diplenokan pada 24-25 Oktober 2022. Hasil wawancara dan CAT akan diakumulasikan, sehingga ketemu tiga besar. Pengumuman kelulusan nanti tanggal 26 Oktober. Setelah itu dilantik dan diberi pembekalan," imbuhnya.

Terkait tugas-tugas Panwascam, lanjut Astasoma, sejatinya sama dengan Bawaslu Kabupaten. Hanya saja lingkupnya hanya sampai tingkat kecamatan. "Sesuai dengan aturan, panwascam mengawasi tahapan pemilu di tingkat kecamatan. Sama dengan yang di kabupaten seperti pengawasan, pencegahan, sosialisasi, termasuk pemetaan titik rawannya konflik pemilu. Termasuk saat ini, mengawasi tahapan pendaftaran partai politik," pangkas Alit Astasoma. *ind

Komentar