nusabali

Order Handycraft Bali Menyusut

  • www.nusabali.com-order-handycraft-bali-menyusut

Dibayangi resesi ekonomi global, buyer maupun mitra bisnis di ‘luar’ tak berani nyetok

DENPASAR,NusaBali
Ancaman resesi global mulai dirasakan perajin handycraft Bali. Pesanan buyer menyusut dalam beberapa bulan terakhir. Namun demikian perajin pantang menyerah. Desain dan inovasi baru berusaha ditawarkan kepada pasar.

"Kita tidak pasrah, tetapi terus berusaha, "ucap Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (DPD Asephi)Bali I Ketut Darma Siadja, Rabu(19/10).

Dia menolak, perajin handycraft nrimo saja atas kondisi yang ada. Namun tetap berikhtiar, agar pemasaran handycraft tetap jalan.

Apalagi pesanan tidak macet sama sekali. Orderan dari pembeli luar negeri masih ada. Hanya saja volumenya berkurang.

"Kalau dulu pesan 1.000 picies, sekarang hanya 500 picies," ujar dia menggambarkan melemahnya bisnis handycraft.

Kata dia buyer maupun mitra bisnis di luar negeri tidak berani  menyetok barang handycraft dalam jumlah besar.  Penyebabnya waswas karena kondisi pasar yang menurun tersebut.

Pasar-pasar unggulan ekspor handycraft Bali, seperti Amerika, Inggris dan negara-negara lainnya, menurut Darma Siadja diambang resesi. Sebagaimana diketahui salah satunya dampak perang Rusia-Ukraina dan ketegang-ketegangan regional lainnya.

"Jujur, memang cukup membuat waswas kita sebagai para pelaku handycraft Bali, namun kita akan terus mencari celah yang ada, " tandas pemilik CV Darma Siadja di Desa Mas, Kecamatan Ubud.

Dia  memahami kondisi tersebut. Karena bagaimana pun handycraft bukan kebutuhan utama, melainkan keperluan tertier. Karena itu saat  ekonomi berat  orang pasti mengutamakan kebutuhan pokok.

Di tingkat perajin di bawah, dampak cuaca buruk berimbas pada proses produksi. "Waktu pengeringan menjadi lebih lama, " ujar I Wayan Wijaya, perajin handycraft motif hewan dengan style pop art.

Sebagai gambaran, pada saar cuaca terang proses pengeringan hanya berlangsung sehari. Kini setelah memasuki musim penghujan, proses pengeringan butuh waktu lebih lama.

"Bisa berlangsung sampai 3 hari, " terangnya. Sehingga secara keseluruhan proses produksi terganggu. Wijaya mengaku sudah mulai mendapat pesanan. Jumlahnya lumayan, sekitar 1.000 picies produk handycraft motif jerapah. Pesanan untuk ekspor. "Tidak ekspor langsung, tetapi melalui kargo," ungkap Wijaya. *K17

Komentar