nusabali

Sukses Kelola Sampah Berbasis Desa, Kalah Cepat dengan Bali Stop Sampah Plastik

Dari Press Tour 'Kemandirian Pengelolaan Sampah' ke Provinsi Jatim

  • www.nusabali.com-sukses-kelola-sampah-berbasis-desa-kalah-cepat-dengan-bali-stop-sampah-plastik

SURABAYA,NusaBali
Provinsi Jawa Timur (Jatim) sukses mengedukasi masyarakatnya untuk mengelola sampah, sehingga pengelolaan sampah berbasis sumber berjalan cukup baik.

Namun Jatim akui kalah cepat dengan Bali yang tegas menyetop peredaran sampah plastik dengan kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster yang mengeluarkan kebijakan strategis berupa Peraturan Gubernur Bali (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Hal itu terungkap saat pertemuan awak media-Humas Sekretariat DPRD Bali dengan Humas dan Dokumentasi DPRD, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, di Kantor DPRD Jawa Timur, Jalan  Indrapura Nomor 1 Jawa Timur, Rabu (16/6) siang.

Dalam pertemuan dengan topik ‘Kemandirian Pengelolaan Sampah’ tersebut hadir Kasubag Dokumentasi dan Informasi DPRD Jatim Ali Lativi, Kasi Pengembangan Teknis Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim Agus Sutjahjo. Sementara dari Bali hadir Kabag Persidangan dan Risalah DPRD Bali I Gusti Nyoman Agung Alit Wikrama, Kasubag Humas dan Protokol DPRD Bali I Kadek Putra Suantara dan para awak media.

Soal pengelolaan sampah, Pemprov Jatim dengan keberadaan Kota Surabaya saat ini memang dikagumi. Pengelolaan sampah selesai di tingkat rumah tangga dengan cara mengedukasi masyarakatnya dengan pola pikir ‘sampah adalah tanggungjawab kita bersama’. Dan memang benar, Jatim kini tidak hanya mengelola sampah untuk sekedar mengatasi sampah sebagai limbah, tetapi menjadikan sampah sebagai energi.

Kasi Teknis Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jatim, Agus Sutjahjo mengatakan Jatim menerapkan edukasi untuk masyarakat dengan menanamkan pola pikir: jangan habiskan energi untuk sampah, tetapi jadikan sampah sebagai energi. "Ada edukasi terus-menerus. Kalau program inovasi pengelolaan sampah kita melibatkan pihak-pihak ketiga. Dari pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kota Surabaya, pengolahan sampah menjadi batako kami ada di Kota Malang dan pengolahan sampah menjadi energi kita kembangkan di kabupaten/kota di seluruh Provinsi di Jatim," ujar Agus.

Kata Agus, pengelolaan sampah di Jatim sudah selesai di tingkat desa/kelurahan. Pemprov Jatim memberikan mesin pengolahan sampah untuk masyarakat di desa. Untuk mengedukasi bahwa sampah sebagai tanggungjawab bersama, Pemprov Jatim sampai melombakan pemilahan sampah di tingkat desa dengan program ‘Desa Berseri’. "Desa Berseri, adalah desa rintisan untuk pengelolaan sampah untuk penghijauan. Pemerintah memberikan pendampingan, bahkan kita lombakan," ujar Agus Sutjahjo.

Menurutnya, Pemprov Jatim termasuk sukses mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi produk inovatif dan energi listrik, yang diatur dalam Perpres 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Hanya saja untuk menyetop peredaran sampah plastik di Jatim belum bisa.

"Kami belum bisa seperti Bali dengan regulasi Gubernur Bali mengendalikan peredaran sampah plastik. Kita hanya bisa mengolah dengan berbasis rumah tangga dengan tempat pembuangan akhir regional, dimana sampah selesai di tingkat rumah tangga. Kalau pengolahan sampah di desa-desa sudah berjalan, bahkan edukasi kita sampah ke pondok pesantren," ujar Agus.

Ketika ditanya soal penanganan sampah hasil limbah medis, terlebih saat Pandemi Covid-19 ini, Agus mengatakan masing-masing rumah sakit sudah langsung menyelesaikan. "Kami punya 26 rumah sakit yang telah memiliki izin pengolahan limbah medis melalui teknologi. Dalam Pandemi Covid-19 ini, kami pun gencar sosialisasi dan cegah kemungkinan adanya kasus-kasus pengolahan sampah sisa medis, seperti masker bekas yang bisa saja dicuci dan diperjualbelikan," ujar Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kelurahan/Desa Berseri ini.

Sementara Kabag Persidangan dan Risalah DPRD Bali, Agung Wikrama usai pertemuan mengatakan press tour dengan tema ‘Kemandirian Pengelolaan Sampah’ ini diharapkan memberikan manfaat dan saling bertukar informasi dan strategi antara Bali dan Jatim dalam mengelola sampah. Hal ini juga akan menjadi rujukan dalam melahirkan produk-produk aturan oleh pemegang kebijakan."Sampah saat ini menjadi persoalan global. Kunjungan kita ke Jatim ini saling mengadopsi keunggulan masing-masing," ujar Agung Wikrama. *nat

Komentar