nusabali

Anggota Dewan Usul Tukar Guling Pasar Latu

  • www.nusabali.com-anggota-dewan-usul-tukar-guling-pasar-latu

Letak Pasar Kertha Sari atau Pasar Latu dinilai kurang strategis dan sulit berkembang. Diusulkan tukar guling, dan di tanah bekas pasar tersebut dibangun sekolah kejuruan.

MANGUPURA, NusaBali

Di tengah rencana merevitaliasai Pasar Kertha Sari, Kecamatan Abiansemal, anggota dewan justru mengusulkan agar pasar yang akrab disebut sebagai Pasar Latu tersebut ditukar guling saja. Alasannya, Pasar Latu kurang strategis dari segi lokasi, sehingga susah untuk berkembang.

Usulan ini dilontarkan anggota DPRD Badung I Nyoman Sentana, Jumat (16/12), di gedung dewan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi. “Kenapa merevitalisasi, harusnya dipindah saja ke lokasi yang lebih strategis. Jadi ditukar guling, cari tempat lain yang lebih strategis sehingga mudah untuk berkembang,” ucapnya.

Menurut dia, lokasi Pasar Latu saat ini berada cukup jauh dari pusat kota. Posisinya pun tidak ideal karena selain membelakangi ruas jalan protokol, juga berada cukup dekat dengan pasar tradisional milik desa adat. Sehingga otomatis kalah bersaing. Jadi lebih baik cari tempat lain saja yakni di Kuta Utara. Sebab dinilai tak banyak pasar adat di kawasan tersebut.

Setelah itu, kata Sentana, lokasi Pasar Latu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah. Apalagi sekarang di Kecamatan Abiansemal khususnya belum ada SMK negeri. Satu-satunya SMK hanya di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, yakni SMK Pertanian.

“Kalau saya beri dua pilihan. Ditukar guling atau dijadikan sekolah. Kalau tetap dipakai pasar, saya yakin tidak akan jalan,” tegasnya.

Bagaimana dengan rencana Direksi PD Pasar Badung akan mengubah Pasar Latu jadi pasar khusus (pasar agro)? “Tidak tepat kalau Pasar Latu dijadikan pasar agro, pasar burung, dan sebagainya. Dari segi letak saja sudah krodit dan tidak strategis,” kata Sentana. Dengan demikian, anggaran Rp 10 miliar yang diminta PD Pasar untuk merevitalisasi Pasar Latu bisa digunakan untuk membeli lahan yang baru. “Kalau ngotot harus jelas dulu out put nya. PD Pasar harus bisa memberi jaminan kapan dana itu bisa kembali,” tandas Sentana.

PD Pasar tidak bersifat profit oriented? Ditegaskan begitu, Sentana mengiyakan. Namun PD Pasar harus mampu menghidupi dirinya sendiri. “Kami setuju (tidak mencari untung), tapi  jangan minta disusui terus,” ucapnya.

Sementara Dirut PD Pasar Badung I Made Sutarma menegaskan, rencana revitalisasi Pasar Latu sudah berdasarkan kajian teknis. Apalagi Pasar Latu adalah satu dari sembilan pasar di bawah naungan PD Pasar yang wajib dipelihara dan ditata. “Sekarang kan pasar kurang berkembang, satu karena tidak menghadap langsung ke jalan. Nah, itu menjadi tugas kami merevitalisasi. Kami akan tata sedemikian rupa agar bisa bersaing. Rencana kami akan menjadikan pasar khusus di sana,” katanya.

Menanggapi usulan tukar guling Pasar Latu, menurut Sutarma memerlukan proses panjang dan tidak semudah yang dibayangkan. Namun, usulan membuka pasar tradisional baru di tempat lain diakuinya sudah menjadi salah satu program PD Pasar. Kawasan yang dibidik salah satunya adalah daerah Canggu, Kuta Utara maupun Cemagi, Mengwi.

Soal sindiran dewan anggaran Rp 10 miliar untuk merevitalisasi Pasar Latu sangat besar, pria asal Desa Gulingan, Mengwi, ini hanya menyatakan, perusahaan daerah tidak melulu profit oriented atau mencari keuntungan, tapi juga ada misi social oriented. Jadi menurutnya tidak bisa mengukur hanya dari anggaran yang dihabiskan. “Ini juga untuk masyarakat,” sebutnya.

Dikatakannya, berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah pada PD Pasar, penyertaan modal pemerintah totalnya berjumlah Rp 33 miliar. Pada tahun 2016 sudah cair sebesar Rp 18 miliar lebih. Nah, sisanya diharapkan cair pada tahun anggaran 2017. Karena itu, kata dia, pihaknya menjadwalkan mempresentasikan rencana revitalisasi Pasar Latu ke hadapan bupati Badung. Seningga rencana revitalisasi bisa disetujui dan sisa anggaran bisa cair. * asa

Komentar