nusabali

Fania Farid Antisipasi Pejudo Jabar dan Lampung

  • www.nusabali.com-fania-farid-antisipasi-pejudo-jabar-dan-lampung

DENPASAR, NusaBali
Salah satu pejudo andalan Bali untuk meraih medali emas pada PON Papua XX/2021, Fania Farid (kelas individu -78 kg putri) mewaspadai dan mengantisipasi pejudo Jawa Barat Sasa Maulida.

Antisipasi itu Fania Farid berikan karena melihat persaingan di kelasnya. Maulida dinilai dapat jadi batu sandungan.  Dalam rekor pertemuannya, Fania Farid sempat sekali mengalahkan pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Namun progres Sasa Maulida harus tetap diwaspadai, agar saat PON nanti keadaannya berbanding terbalik. Lawan yang dikalahkan itu, balik memberikan kekalahan bagi Fania Farid.

"Saya yakin bisa menang. Tapi tetap waspada juga. Itu selalu saya antisipasi," ungkap Fania Farid, Rabu (30/9).

Selain pejudo asal Jawa Barat, atlet asal Tegal Arum Denpasar Barat itu juga mewaspadai satu pejudo lagi di PON Papua, yakni Nur Ardina Siregar asal Lampung. Namun dari catatan pertemuannya dengan Nur Adina, Fania pernah menang dua kali, yakni di Jakarta Open 2018 dan Kejurnas Senior 2019.

Hanya saja saat ini, kata Fania Farid, diirinya belum bisa latihan intensif. Sedangkan latihan yang dijalani dua kali tiap minggu bersama tim PON Bali. Lalu latihan mandiri di rumah. Latihan itu untuk menjaga stamina dan kebugaran, setelah fisik  mengalami penurunan akibat latihan mandiri belum maksimal.

Namun Dojo tempatnya berlatih juga belum dibuka. Latihan bersama tim PON di GOR Lila Bhuana Denpasar. Lalu latihan di gym, karena lapangan belum bisa digunakan maksimal. Namun apapun petunjuk pelatih tetap diikuti maksimal, dalam pandemi Virus Corona. Dia juga belum masuk total ke program teknik.

"Yang jelas selaku atlet akan berupaya memberikan yang terbaik di PON Papua. Harapan meraih medali emas juga ada dari pribadi. Ini akan kita wujudkan nanti, sebab atlet judo banyak dibebani medali di PON Papua," papar Fania Farid.

Pejudo kelahiran 1 September 2001 itu konsisten dengan program latihan mandiri. Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta jurusan pendidikan jasmani itu mengakui ingin jadi terbaik di kelasnya  saat PON Papua nanti. Apalagi dia menekuni judo sejak kelas 6 SD di Muhamadyah 3 Denpasar. *dek

Komentar