nusabali

Pasutri Kos Beber Penderitaan Engeline

  • www.nusabali.com-pasutri-kos-beber-penderitaan-engeline

Majelis hakim tolak eksepsi (nota keberatan) bertajuk 'Tuhan Pasti Turun Tangan' yang diajukan kuasa hukum terdakwa Margriet Ch Megawe, 60, terkait kasus pembunuhan putri angkatnya, Engeline, 8, dalam sidang putusan sela di PN Denpasar, Selasa (3/10). 

Setelah pekerjaan itu selesai, barulah bocah Engeline bisa bermain dan bersiap untuk sekolah (SDN 12 Sanur, Denpasar Selatan) sekitar pukul 11.00 Wita. Susiani mengatakan, setiap harinya Engeline harus jalan kaki sejauh 2 kilometer untuk bisa sampai di sekolah. Sepulang sekolah, Engeline juga diharuskan mencuci ratusan tempat minum ayam. “Kalau ada ayam yang hilang, Engeline dihukum tidak boleh masuk rumah sampai malam hari,” terang Susiani.

Susiani mengakui hampir setiap hari selalu mendengar jeritan Engeline yang dimarahi oleh Margriet. Maklum, kamar Susiani dan suaminya terletak tepat di depan kamar Engeline, yang hanya dipisahkan sekat di teras. Bahkan, sehari sebelum Engeline dinyatakan menghilang pada 16 Mei 2015, Susiani mengaku masih mendengar teriakan bocah malang itu dari kamarnya.

Menurut Susiani, terdakwa Agus Tay juga sempat cerita jika Engeline habis dipukuli Margriet sampai hidung dan telinganya mengeluarkan darah. “Waktu itu, saya hanya dengar Engeline teriak ‘sakit mami, ampun mami!’,” kenang saksi Susiani menirukan suara Engeline.

Kemudian, pada hari menghilangnya Engeline dari rumah, Susiani mengaku sempat bertemu terakhir kali dengan bocah malang itu sekitar pukul 12.30 Wita, sebelum dia berangkat kerja. Saat itu, Susiani melihat Engeline masih berada di rumah bersama Margriet dan Agus Tay. Sepulang dari kerja, Susiani mendapat laporan dari Agus Tay dan Margriet yang menunggunya di depan rumah bahwa Engeline menghilang. “Waktu itu, saya bilang masak sih Engeline hilang, kan dia tidak per-nah keluar rumah. Coba cek dulu siapa tahu dia keletihan,” tutur Susiani.

Susiani juga sempat minta Margriet untuk mengecek mobil Kijangnya yang berada di samping rumah. Namun, Margriet mengatakan sudah mengeceknya. Malah, Margriet sempat menanyakan apakah Susiani meliaht dua orang yang siangnya sempat mengintip-intip rumah? Susiani menjawab tidak tahu. “Saya juag disuruh menanyakan hal itu ke tetangga depan rumah. Tapi, saya bilang supaya Margriet dan Agus Tay yang menanyakan ke tetangga,” katra Susiani.

Setelah dinyatakan menghilang 16 Mei 2015, rumah Margriet didatangi sahabatnya, Rohana. Juga datang putri kandung Margriet, Yvonne, 37, yang akhirnya melaporkan kejadian hilangnya Engeline ke polisi. Kasus hilangnya Engeline ini lantas jadi heboh, sampai Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mendatangi rumah Margriet.

Selanjutnya...

Komentar