nusabali

Habisi 6 Ketua DPD II Golkar, Demer Berdalih

  • www.nusabali.com-habisi-6-ketua-dpd-ii-golkar-demer-berdalih

Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer memberangus 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten dan menggantinya dengan pejabat Pelaksana Tugas (Plt), Selasa (4/6) sore.

DENPASAR, NusaBali

Demer punya alasan berbeda-beda di balik pelengseran 6 Ketua DPD II Golkar tersebut. Mereka yang dilengserkan masing-masing Ketua DPD II Golkar Bangli I Wayan Gunawan, Ketut DPD II Golkar Badung I Wayan Muntra, Ketua DPD II Golkar Tabanan I Ketut Arya Budi Giri alias ABG, Ketua DPD II Golkar Jembrana I Wayan Suardika, Plt Ketua DPD II Golkar Buleleng I Made Adi Djaya, dan Ketua DPD II Golkar Karangasem I Made Sukerana, yang digantikan Plt IGN Setiawan (kini Wakil Ketua Bappilu Wilayah Karangasem DPD I Golkar Bali).

Isu pemberangusan 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten ini sebenarnya sudah bergulir ketika muncul gerakan tolak naiknya Demer menggantikan Ketua DPD I Golkar Bali I Ketut Sudikerta, yang lengser akibat terseret kasus dugaan penipuan jual beli tanah Rp 150 miliar, akhir 2018 lalu. Saat itu, ada gerakan menolak Demer dengan cara mengusulkan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk memilih Ketua DPD I Golkar Bali definitif pengganti Sudikerta.

Namun, upaya Musdalub itu kandas, karena Demer selaku Plt Ketua DPD I Golkar Bali yang juga Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar adalah gerbongnya Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto. Gerakan Musdalub pun hilang dengan sendirinya. Tapi, Gerakan Musdalub itu memakan korban, di mana Ketua DPD II Golkar Bangli Wayan Gunawan dilengserkan dari jabatan Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali---yang sudah didudukinya selama tiga periode. Gunawan digantikan Made Dauh Wijana (Ketua DPD II Golkar Gianyar) sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali.

Sementara, sesaat sebelum rapat pleno untuk eksekusi terhadap 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten, Selasa lalu, sempat terjadi ketegangam di internal Golkar Bali. Rapat pleno yang semula diagendakan pagi pukul 10.00 Wita, molor hingga sore pukul 17.00 Wita. NusaBali yang nyanggong di Kantor DPD I Golkar Bali sebelum rapat eksekusi hari itu, menyaksikan seluruh pengurus berkumpul di ruangan Sekretaris DPD I Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry.

Pantauan NusaBali, saat itu di sana hadir Nyoman Sugawa Korry, Bendahara DPD I Golkar Bali Komang Takuaki Banuarta, Wakil Sekretaris DPD Bidang Pariwisata DPD I Golkar AA Ngurah Agung, Ketua DPD II Golkar Gianyar Made Dauh Wijana, mantan Ketua DPD II Golkar Bangli versi Munas Ancol I Ketut Oka Mantara, dan anggota Fraksi Golkar DPRD Bali Dapil Denpasar Ida Bagus Gede Udiyana. Dewa Made Suamba Negara, yang sebelumnya sudah mundur dari kepengurusan DPD I Golkar Bali karena maju sebagai calon DPD RI di Pileg 2019 juga hadir. Demikian pula pengurus DPD I Golkar Bali lainnya, Komang Kos Suarsana.

Menjelang rapat dimulai, Demer masuk ke ruangan tersebut. Saat dikonfirmasi NusaBali tentang agenda utama rapat hari itu, Demer sambil berkelakar menyebutkan bakal menggunakan menggunakan ‘pedang’ alias kewenangannya di Golkar Bali. “Sekarang saatnya saya gunakan pedang, sudah selesai rerahinan Tumpek Landep,” kelakar Demer.

Kemudian, rapat pleno digelar secara tertutup di Lantai II Kantor DPD I Golkar Bali. Dalam rapat tertutup itulah diputuskan 6 Ketua DPD II yang masih aktif untuk diberangus dengan bebagai alasan. Ketut Arya Budi Giri alias ABG dieksekusi dengan alasan karena mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD II Golkar Tabanan. Sedangkan Plt Ketua DPD II Golkar Buleleng Made Adi Djaya dilengserkan karena tidak aktif dan tak kerja.

Sementara Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Muntra, dilengserkan karena memerintahkan para kader di Gumi Keris tidak menghadiri Musda Kosgoro 1957 di Balai Budaya Kertalangu (Denpasar Timur) yang dihadiri Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono. Sedangkan Ketua DPD II Golkar Jembrana, I Wayan Suardika, dihabisi karena mengndurkan diri dari jabatannya.

Sebaliknya, Ketua DPD II Golkar Karangasem, I Made Sukerana, dihabisi Demer karena diusulkan oleh 2/3 PK Golkar se-Karangasem. Yang paling pa-rah adalah Ketua DPD II Golkar Bangli I Wayan Gunawan, yang dihabisi karena alasan pelanggaran berat. Gunawan dinilai melakukan pelanggaran berat dengan mengebrak meja ketika rapat di Sekretariat DPD I Golkar Bali saat gaduh masalah Musdalub. Kala itu, Gunawan cekcok dengan anggota Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Dewa Made Widiyasa Nida.

Saat dikonfirmasi NusaBali soal aksi pemberangusan 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten tersebut, Demer dengan enteng menjawab ada mekanisme bisa ditempuh jika keberatan. “Kan ada Mahkamah Partai Golkar. Pergantian ini sudah sesuai dengan mekanisme partai, melalui pleno yang dihadiri pengurus. Kalau mereka keberatan, silakan tempuh jalur Mahkamah Partai,” sergah Demer.

Sementara dalam rilisnya, Demer mengatakan DPD I Golkar Bali ambil keputusan melakukan pergantian 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten setelah melalui investigasi, pengumpulan data, dan fakta-fakta. Disebutkan, ada gerakan demo saat perayaan HUT Partai Golkar di Wantilan DPD I Golkar Bali, 19 Desember 2018.

Kemudian, ketika dilaksanakan Musda Kosgoro, 15 Februari 2019, jajaran kader Golkar dari Kosgoro Badung dilarang hadir atas perintah Ketua DPD II Golkar Badung Wayan Muntra. Selanjutnya, 28 Februari 2018 ketika mantan Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tanjung hadir di DPD I Golkar Bali, beberapa DPD II Golkar Kabupaten datang mengusulkan Musdalub.

“Nah, usai Pileg 2019, ada desakan dari unsur pimpinan PK-PK Golkar meminta pergantian Ketua DPD II Kabupaten. Kita juga sudah investigasi dan pleno memutuskan dilakukan pergantian dengan menunjuk Pelaksana Tugas,” dalih Demer, politisi asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang juga anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali tiga kali periode. *nat

Komentar