nusabali

Rai Wirajaya Punya Peluang Pimpin Komisi

  • www.nusabali.com-rai-wirajaya-punya-peluang-pimpin-komisi

Rai Wirajaya nominator Ketua Komisi XI DPR RI, Made Urip kandidat Ketua Komisi IV, Demer kandidat Ketua Komisi VI

Demer dan Urip Juga Berpeluang


JAKARTA, NusaBali
Bukan hanya I Made Urip yang dijagokan bisa jadi Ketua Komisi IV DPR RI 2019-2024. Caleg incumbent terpilih lainnya dari PDIP Dapil Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya, juga memiliki kans terpilih sebagai Ketua Komisi XI DPR RI hasil Pileg 2019. Sedangkan incumbent dari Golkar Dapil Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, berpeluang pimpin Komisi VI DPR RI 2019-2024.

Peluang Made Urip untuk terpilih menjadi Ketua Komisi IV DPR RI (membidangi masalah pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan), IGA Wirajaya pimpin Komisi XI (membidangan masalah keuangan, perbankan), dan Gede Sumarjaya Linggih untuk pimpin Komisi VI (membidangi industri, investasi, persaingan usaha) dimungkinkan karena beberapa faktor. Selain partainya (PDIP dan Golkar) menduduki peringkat teratas dan kedua raihan kursi parlemen hasil Pileg 2019, ketiganya juga senior dan berpengalaman karena cukup lama berkecimpung di komisi masing-masing,.

Made Urip adalah politisi senior asal Desa Tua, Kecamata Marga, Tabanan yang kini menjabat Ketua DPP PDIP sekaligus Korwil Bali DPP PDIP. Made Urip sudah empat periode secara beruntun duduk di Komisi IV DPR RI era Reformasi, yakni 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014, dan 2019-2024. Dalam Pileg 2019, Made Urip kembali lolos ke DPR RI dengan raihan suara terbanyak di Dapil Bali, yakni mencapai 255.130 suara.

Sedangkan IGA Rai Wirajaya adalah politisi PDIP asal Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, yang sebelumnya sudah tiga periode duduk di DPR RI Dapil Bali. Dalam Pileg 2019, Rai Wirajaya kemabli lolos ke DPR RI Dapil Bali dengan perolehan 103.947 suara. Rai Witrajaya lolos ke Senayan bersama 5 caleg PDIP Dapil Bali lainnya: Made Urip (incumbent), IGN Alit Kesuma Kelakan (new comer), I Nyoman Parta (new comer), I Wayan Sudirta (new comer), dan I Ketut Kariyasa Adnyana (new comer).

Selama 3 periode sebelumnya di DPR RI Dapil Bali, Rai Wirajaya selalu duduk di Komisi XI, tanpa pernah pindah. "Di periode selanjutnya (2019-2024), saya masih ingin berada di Komisi XI. Saya tetap di sana, karena belum terpikirkan duduk di komisi lain. Lagipula, saya sudah memahami betul permasalahan yang dibidangi Komisi XI. Tapi, semua tergantung penugasan fraksi dan induk partai," ungkap Rai Wirajaya kepada NusaBali di Jakarta, Minggu (26/5).

Rai Wirajaya mengaku tidak pernah bosan, meskipun sudah 15 tahun duduk di Komisi XI DPR RI. Sebab, dia sudah menguasai penghitungan serta pembahasan APBN dan kebijakan lainnya. Bahkan, saat ini dia dipercaya menempati posisi prestisius sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDIP di Komisi XI.

Dengan posisi tersebut, peluang Rai Wirajaya untuk menempati kursi pimpinan Komisi XI DPR RI 2019-2024 sangat terbka. Apalagi, dialah satu-satunya caleg incumbent dari PDIP di Komisi XI DPR RI yang masih bertahan. Sementara politisi PDIP lainnya yang duduk di Komisi XI, seperti Maruarar Sirait, gagal lolos ke Senayan dalam Pileg 2019.

Menurut Rai Wirajaya, pada periode 2014-2019, ada 10 anggota Fraksi PDIP duduk di Komisi XI DPR RI. Pada periode berikutnya, diprediksi akan lebih banyak lagi politisi PDIP di Komisi XI. Namun, Rai Wirajaya merupakan sosok paling senior dan berpengalaman di sana, sehingga peluangnya terbuka lebar untuk merebut jabatan Ketua Komisi XI.

"Saya memang satu-satunya orang lama di Komisi XI dari PDIP yang lolos lagi ke Senayan. Tapi, untuk menjadi Ketua Kmomisi XI, semua saya serahkan kepada penugasan DPP PDIP. Bila saya ditugaskan, saya siap menjalankan amanah tersebut," jelas politisi bertubuh mungil ini.

Sementara, Gede Sumarjaya Linggih adalah politisi senior asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang kini Wakil Ketua Pemenangan Pemilu wilayah Bali DPP Golkar dan sekaloigus jadi Plt Ketua DPD I Golkar Bali. Demer sudah tiga periode duduk di DPR RI Dapil Bali. Dalam Pileg 2019, mantan Ketua Kadin Bali ini lolos keempat kalinya ke DPR RI Dapil Bali dengan perolehan 114.104 suara. Dia lolos ke Senayan bersama politisi Golkar lainnya, AA Bagus Adhi Mahendra Putra, yang juga berstatus caleg incumbent.

Pada periode petama di DPR RI (2004-2009), Demer sempat menempati tiga komisi berbeda, yakni Komisi IV, Komisi VIII, dan Komisi IX. Pada perode 2009-2014 dan 2014-2019, Demer full berada di Komisi VI DPR RI. Pada periode keempat di DPR RI (2019-2024) pun, Demer ingin kembali berada di Komisi VI.

Menurut Demer, Komisi VI sejalan dengan latar belakang yang pernah digelutinya, seperti sebagai Ketua Hipmi Bali dan Ketua Kadin Bali. Dengan 10 tahun berada di Komisi VI, Demer pun sangat menguasai permasalahan yang dibidangi komisi tersebut. "Pada periode keempat ini, saya ingin etap berada di Komisi VI DPR RI. Namun, semua tergantung penugasan partai. Saya siap ditempatkan di mana saja," tutur Demer.

Demer sendiri punya kans terpilih menjadi Ketua Komisi VI DPR RI. Gambarannya, pada periode 2014-2019, ada 9 anggota Fraksi Golkar di Komisi VI DPR RI. Dari 9 orang tersebut, hanya sebagian yang lolos lagi ke Senayan hasil Pileg 2019, termasuk Demer. Sedangkan kader senior Golkar lainnya, Lili Asdjudiredja, dari Jawa Barat, tidak lolos ke Senayan di Pileg 2019.

Saat dikonfirmasi NusaBali terkait peluangnya memimpin Komisi VI DPR RI, Demer mengatakan dirinya tidak terlalu mengincar jabatan. Demer menyerahkan sepenuhnya masalah jabatan ini kepada induk partai. "Ibaratnya, saya mengalir bagaikan air saja. Semua saya serahkan kepada partai, itu wewenang Ketua Umum DPP Golkar,” tandas Demer.

Sebelumnya, Made Urip juga menyatakan tidak terlalu berambisi saat dikonfirmasi saat dikonfirmasi NusaBali terkait peluangnya perpilih menjadi Ketua Komisi IV DPR RI. Dia menyatakan hanya ingin bekerja secara ihklas dan tulus dalam memperjuangkan nasib rakyat, terutama kaum kecil atau Marhaen di bidang pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan.

"Jadi, mengenai pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) saya serahkan ke Fraksi PDIP dan induk partai. Mereka yang memiliki wewenang mengenai hal itu. Lagipula, hal tersebut sejauh ini belum dibicarakan, karena pelantikan anggota Dewan terpilih hasil Pileg 2019 baru akan dilakukan 1 Oktober mendatang," tegas Made Urip kepada NusaBali di Jakarta, Jumat (24/5) lalu.

Jika salah satu di antara Made Urip, Rai Wirajaya, dan Demer berhasil terpilih sebagai Ketua Komisi di DPR RI 2019-2024 nanti, maka ini praktis akan mengulangi pretasi Gede Pasek Suardika di DPR RI 2009-2014. Kala itu, Pasek Suardika yang anggota Fraksi Demokrat dipercaya partainya menduduki jabatan Ketua Komisi III (membidangi masalah hukum dan HAM). Pasek Suardika pun menjadi putra Bali pertama yang menduduki jabatan Ketua Komisi di DPR RI. *k22

Komentar