nusabali

Kunjungi Disabilitas, Kuatkan Karakter Siswa

  • www.nusabali.com-kunjungi-disabilitas-kuatkan-karakter-siswa

Sekolah TK dan SD Prima Mandiri School (PMS), Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, melibatkan orangtua siswa, dan siswa, berkunjung ke sejumlah penyandang disabilitas di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Senin (26/2) pagi-siang.

GIANYAR, NusaBali
Kunjungan ini untuk memberikan bantuan, sekaligus mengedukasi siswa agar selalu bersyukur atas anugerah Tuhan. Kegiatan itu dipandu pegiat sosial asal Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Nyoman Arjawa SSn, dihadiri Ketua Komite TK-SD PMS I Gede Artha, Ketua Yayasan Sri Sudarni Made Budi Setiawan Sari, Kepala SD PMS Ni Made Dwi Mahardini, dan Kepala TK Ni Nyoman Suartini SPd Aud. Kepala TK Ni Nyoman Suartini mengatakan, kegiatan ini serangkaian peringatan HUT sekolah ke-8. Kegiatan dirintis sejak tahun 2012. Untuk penguatan dana sosial, sejak tahun 2015-2017, sekolah menghimpun dana melalui bazar sekolah. ‘’Keuntungan bazar ini lah kami sumbangkan kepada warga kurang beruntung. Ini bentuk kepedulian sekaligus rasa syukur kami kepada Tuhan,’’ jelasnya.

Senada Suartini, Ketua Komite TK-SD PMS I Gede Artha mengatakan, kegiatan ini sangat prinsip dalam dunia pendidikan. Karena selama ini pendidikan berkutat pada nilai akademis anak. Padahal, pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam diri anak. ‘’Kegiatan sosial dengan melibatkan anak-anak, adalah pendidikan karakter itu. Di sini anak-anak mencurahkan rasa syukur dan cinta kasih kepada sesama,’’ jelasnya. Arta mengaku sejak awal kegiatan ini dirintis, komite setuju. Kegiatan ini juga sebagai penguatan karakter siswa yang berwawasan lingkungan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Sri Sudarni Made Budi Setiawan Sari. Pengusaha asal Padangbai, Karangasem ini menilai, dengan kegiatan ini anak-anak secara langsung belajar tentang kondisi sosial masyarakat dan memahami perjuangan hidup warga kurang mampu dan disabilitas. ‘’Kami juga sangat berharap agar warga yang kurang beruntung dan anakya yang disabilitas, agar tetap tabah menjalani hidup,’’ jelasnya.  

Ada delapan sasaran kegiatan sosial yakni pasutri (pasangan suami istri) tuna netra I Nyoman Warka di Banjar Saba, Desa Saba, Blahbatuh. Putri Utami,19, di Banjar Tubuh, Desa/Kecamatan Blahbatuh. Warga ini menderita kaki kaku dan tak bisa bicara.

Komang Diah Nopivira Dewi,12, pengidap kaki lumpuh, di Banjar Kebon, Blahbatuh. Kadek Risa Juniari,9, lambat bicara dan lumpuh di Banjar Kebon, Blahbatuh, Putu Darmaning Wiriastri,12, di Banjar Tengah, Blahbatuh. Dia mengidap cacat bawaan dengan saraf motorik terganggu. I Gusti Ngurah Rama Aditya,6, Banjar Wanayu, Desa Bedulu. Rama pengidap selebral falsy dengan kaki kurus dan tak bisa bicara.

Putu Gde Sedana Merta,22, di Banjar Tengah, Blahbatuh, mengidap lumpuh dan tak bisa bicara. Nenek dan dua pamannya mengidap ganguan jiwa, dan ayahnya diabetes dan ibunya cidera patah tangan.*lsa

Komentar