nusabali

Moratorium, Buleleng Masih Kekurangan Guru

  • www.nusabali.com-moratorium-buleleng-masih-kekurangan-guru

Kabupaten Buleleng sampai saat ini dinyatakan masih kekurangan guru khususnya di jenjang SD dan SMP.

SINGARAJA, NusaBali

Sedikitnya masih diperlukan 400 orang guru untuk mencapai angka ideal jumlah guru yang mengajar di seluruh sekolah yang ada di Buleleng. kondisi tersebut masih akan berlangsung tahun ini karena adanya moratorium pengangkatan guru PNS dari pemerintah pusat dan moratorium pengangkatan guru kontrak di pemerintah kabupaten.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Suyasa ditemui Kamis (4/1) kemarin mengatakan kekurangan guru di 54 SMP negeri dan 482 SD Negeri di Buleleng memang sudah berlangsung sejak lama. Namun dua sejak dua tahun lalu kekurangan ribuan guru itu disiasati dengan pengangkatan guru kontrak oleh Pemkab Buleleng.

Pada penghujung tahun 2016 lalu hingga saat ini ada sebanyak 1.215 orang guru kontrak di SMP dan 579 orang guru kontrak di jenjang SMP. Namun jumlah guru kontrak yang sudah diangkat itu belum juga menuntaskan masalah kekurangan guru di Buleleng. “Sebenarnya untuk mencapai angka ideal, di SMP kita masih perlu 235 orang guru dan di SD 175 orang. sedangkan tahun ini ada moratorium Bupati, jadi tidak ada pengangkatan guru kontrak,” kata Suyasa.

Kekurangan guru di jenjang SMP dan SD itu disebut Suyasa terbanyak ada di Kecamatan Tejakula, Gerokgak, Kubutambahan, Banjar dan Busungbiu bagian atas. Kekurangan tersebut pun akan bertambah parah dengan tercatatnya 160 orang guru yang akan pensiun tahun ini. Menjawab kekurangan itu pihaknya mengaku akan tetap membuat kajian dan mengajukannya untuk mendapat kebijakan dari Bupati Buleleng. Sedangkan penanganan di lapangan sementara akan dimaksimalkan dengan guru yang ada.

Salah satunya mengetatkan jam mengajar 24 jam untuk masing-masing guru. Jika ada guru yang jumlah jam mengajarnya di bawah itu dapat ditutupi dengan pembinaan ekstra, menjadi wali kelas atau wakil kepala sekolah. Suyasa juga mengatakan saat ini di sejumlah sekolah di Buleleng juga masih menggunakan jasa guru honorer khususnya di daerah-daerah perbatasan dengan kabupaten lain yang memang rata-rata kekurangan guru.

Bahkan tahun lalu sejumlah guru honorer diterima untuk mengajar di sejumlah sekolah perbatasan seperti daerah Desa Sepang, Tista, Sumber Kelampok dan Pucak Sari yang berbatasan dengan Jembrana, serta Desa Tambakan wilayah Buleleng di daerah perbatasan dengan Badung. “Kita bantu guru yang mau mengajar di sekolah perbatasan karena memang di sana masih kekurangan guru dan tidak banyak orang yang mau mengajar di sana, sepanjang memmenuhi syarat,” ungkap dia.*k23

Komentar