nusabali

Ketut Ariana Persembahkan Emas untuk Buah Hati

  • www.nusabali.com-ketut-ariana-persembahkan-emas-untuk-buah-hati

Ditarget medali perak, ternyata Ketut Ariana mampu menjawab dengan raihan medali emas bagi kontingen Indonesia.

JAKARTA, NusaBali

Setelah beberapa hari atlet asal Bali yang memperkuat Indonesia di SEA Games  2017 paceklik medali emas, akhirnya ditutup manis oleh atlet angkat besi Ketut Ariana. Ariana yang turun di cabang olahraga angkat besi kelas 77 kg di MITEC Hall 3 sukses mempersembahkan medali emas bagi tim merah putih, Selasa (29/8).

Ia mempersembahkan kepingan emas tersebut untuk  ulangtahun kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun. “Saya juga persembahkan emas ini untuk anak saya yang baru sebulan lahir, Putu Arya,” ujar Ariana kepada NusaBali, Selasa (29/8) malam. Ariana merasa bersyukur bisa memperoleh emas, lantaran ia ditargetkan mendapat medali perak.

Maklum di nomor 77 kg Ariana adalah pemain baru sehingga tidak terlalu memasang target tinggi. Diluar dugaan, atlet kelahiran desa Melaya, banjar Melaya, 6 September 1990 mampu menyangi atlet Thailand. Bahkan unggul dari atlet Negeri Gajah Putih tersebut. Total angkatan Ariana 325.

Ariana sendiri sempat gagal di angkatan pertama snatch. Saat itu, ia melakukan angkatan 143 kg. Kegagalan tersebut, membuat Ariana khawatir lantaran jika ia gagal lagi maka peluang dirinya tipis. Beruntung ia berhasil mengulang angkatan 143 kg di angkatan kedua.

“Saya bisa melakukan angkatan kedua, karena dipompa terus oleh tiga orang pelatih pedamping baik Mas Dirdja, Pak Minan dan Pak Rusli. Mereka menyemangati saya terus menerus, kalau saya bisa melakukan angkatan kedua,” kata Ariana. Suami dari Kadek Diah ini akhirnya mampu mengangkat beban 143 kg.

Pada kesempatan ketiga, ia menaikkan angkatan menjadi 147 kg dan berhasil. Sedangkan lawannya, atlet Thailand gagal melakukan angkatan ketiga. Sampai-sampai dia mengalami cedera bahu. Ketika itu, posisi Ariana sudah unggul 2 kg di snacth dari atlet Thailand. Atlet Thailand pun tak bisa melanjutkan angkatan di clean and & jerk. Di lain pihak Ariana, bisa melakukan angkatan clean & jerk. Angkatan pertamanya 171 kg, lanjut menjadi 175 kg dan angkatan ketiganya 178 kg. Dari tiga angkatan, diambil yang terbaik yakni 178 kg dan mengantarkan meraih emas dengan total angkatan sebesar 325 kg.

Posisi kedua ditempati atlet Vietnam Nguyen Hong Ngoc dengan angkatan snatch 140 kg dan clean & jerk 167 kg sehingga total angkatan 307 kg. Peringkat ketiga diraih atlet Malaysia Loro Wellkinson Peuji yang melakukan angkatan snatch 135 kg dan clean & jerk 160 kg. Total angkatan atlet Negeri Jiran 295 kg.

“Tadinya kami menargetkan Ariana perak, ternyata atlet Thailand cedera sehingga Ariana naik dan mendapat emas. Ini merupakan prestasi bagus bagi Ariana. Selanjutnya, kami akan mempersiapkan Ariana ke ASIAN Games 2018,” jelas manager tim angkat besi Alamsyah Wijaya.

Hal senada dikatakan Ariana, usai SEA Games 2017 ia akan mempersiapkan diri ke ajang olahraga tingkat Asia. SEAG 2017 sendiri merupakan kiprah pertama Ariana. Pada 2013 silam, anak dari pasangan Wayan Manis dan almarhum Ketut Sukita ini pernah menjadi bagian dari tim Merah Putih.

Sayang saat itu, ia tidak main. Ia hanya menjadi cadangan dari Deni di kelas 69 kg. SEA Games 2015, cabang olahraga angkat besi tidak dipertandingkan oleh Singapura. Alhasil Ariana tidak bisa berkiprah disana. Baru tahun 2017 ini, angkat besi di pertandingkan lagi. Namun anak ketiga dari tiga bersaudara ini tidak turun di nomor spesialisnya 69 kg.

Menurut Ariana, sebelum tanding ia selalu menelpon istri, ibu dan pelatihnya di Bali Nyoman Ari Suryawan yang ia anggap sebagai bapak. Dari mereka Ariana mendapat motivasi tinggi, meski mereka tidak hadir menyaksikan langsung perjuangannya. “Tapi saya sempat menelepon mereka agar menonton melalui live streaming. Saya juga menelepon mereka kembali setelah pertandingan. Mereka senang pula dengan hasil ini,” papar Ariana.

Medali emas Ariana adalah yang kedua bagi Indonesia. Sebelumnya Deni, mempersembahkan medali emas pertama di kelas 69 kg ini mencatat total angkatan 312 kg. Angkatan ini diperoleh melalui angkatan snatch 142 kg dan clean and jerk 165 kg. Deni mengalahkan lifter Thailand, Trirat Boonsuk, yang meraih total angkatan 310 kg dan berhak atas medali perak. Adapun medali perunggu didapat Pham Tuan Anh (Vietnam) dengan total angkatan 306 kg.

Sehari sebelumnya, Indonesia gagal meraih medali emas di kelas 62 kg melalui penampilan Eko Yuli Irawan dengan total angkatan 306 kg. Bagi Eko, ini merupakan kegagalan yang pertama pada SEA Games. Pada empat penyelengaraan SEA Games sebelumnya, yakni 2009, 2011, 2013, dan 2015, Eko selalu menyumbang medali emas. Medali perak cabang angkat besi sebelumnya menjadi milik lifter Surahmat Wijoyo yang turun di kelas 56 kg. *k22, ant

Komentar