nusabali

Pembangunan Infrastruktur Penunjang Dikebut

  • www.nusabali.com-pembangunan-infrastruktur-penunjang-dikebut

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Ketua Panitia Nasional Pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group 2018, minta kebut pembangunan infranstruktur penunjang.

Jelang Pertemuan Akbar IMF-World Bank Group 2018 di Bali


MANGUPURA, NusaBali
Targetnya, infrastruktur penunjang ini harus sudah rampung sebelum dimulainya pertemuan tahunan IMF-Word Bank Group di Bali, Oktober 2018 mendatang.

Penegasan ini disampaikan Luhut Pandjaitan saat rapat koordinasi dengan kementerian terkait di Bali Nusa Dua Convention Centre, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Jumat (25/8). “Saya selaku ketua panitia mengkoordinasikan kementerian dan lembaga terkait untuk kesuksesan dan kelancaran kegiatan pertemuan tahunan IMF-World Bank Group ini,” tegas Luhut.

Kementerian yang dilibatkan dalam kegiatan meliputi Kemenkeu, Kemenkominfo, dan Gubernur BI. “Kami secara bersama-sama mengorganisir dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan IMF, sehingga dapat membawa nama besar Indonesia di mata dunia,” jelas Luhut.

Luhut menyebutkan, infrastrutur penunjang pertemuan IMF tahun depan yang mendapat perhatian dan dipercepat pembangunannya adalah Underpass (jalan bawah tanah) Simpang Patung Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung. Selain itu, juga pembangunan Terminal Cruise di Pelabuhan Benoa (Denpasar Selatan) dan menyelesaikan problem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung (Denpasar Selatan).

Underpass Simpang Patung Ngurah Rai ini akan dibangun dengan panjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi ruang 5,2 meter. Proyek Underpass ini rencananya akan digarap mulai awal tahun 2018 dan ditarget rampung Oktober 2018 mendatang.  Pembangunan fisik Underpass Simpang patung Ngurah Rai Tuban, sebagaimana diberitakan, mencapai Rp 209,709 miliar yang sepenuhnya akan ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

Rinciannya, untuk tahun 2017 ini dianggarkan sebesar Rp 49,677 miliar, sementara tahun 2018 dianggarkan Rp 160,032 miliar. Sedangkan Pemkab Badung akan tanggung biaya pembebasan lahan sebesar Rp 100 miliar. Dana sebesar itu sudah termasuk untuk pembebasan lahan perluasan jalan Simpang Kampus Unud di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Pembangunan Terminal Cruise di Pelabuhan Benoa juga ditarget rampung sebelum pelaksanaan pertemuan IMF World Bank Group. “Pembangunan Terminal Cruise kini sudah dimuali dengan proses pendalaman laut, sehingga nantinya Cruise bisa masuk. Terminal ini nantinya akan menjadi Terminal Cruise terbaik se-Asia,” tegas Luhut.

"Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait guna membahas keberadaan TPA Suwung, untuk ditenderkan kepada investor dalam pengolahan sampah menjadi sumber tenaga listrik," kata Luhut.

Luhut mengatakan, langkah pemanfaatan sampah tersebut dalam upaya mengurangi polusi bau busuk di sekitar kawasan yang berdekatan dengan Pelabuhan Benoa. "Sampah di TPA Suwung akan diolah pemenang tender dari perusahaan tersebut untuk dijadikan sumber tenaga listrik. Di samping itu, diharapkan juga bisa diolah menjadi pupuk untuk membantu masyarakat petani di Bali dan sekitarnya."

Sementara itu, Menkeu Sri Mulayani Indrawati mengatakan, untuk menyukseskan pertemuan IMF-Workld Bank tahun depan, pemerintah pusat mengucurkan anggaran Rp 868 miliar dari APBN. Menurut Sri Mulyani, pertemuan akbar tersebut akan dihadiri delegasi dari 189 negara di dunia. Indonesia merupakan negara Asia ke empat menjadi tuan rumah kegiatan ini, setelah Filipina (tahun 1976), Thailand (1991), dan Singapura (2006).

Penunjukan sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank Group 2018 ini, kata Sri Mulyani, merupakan bukti kepercayaan dunia terhadap Indonesia selaku negara ASEAN yang besar. “Saya berharap ini jadi kesempatan emas bagi Indonesia. Artinya, kita tidak sekadar membagi pengalaman, tapi juga memperkenalkan potensi Indonesia yang luar biasa. Pembangunan infranstruktur di Indonesia sangat diminati oleh investor,” tegas Sri Mulyani. *cr64

Komentar