nusabali

Inovasi Karya Anak Bangsa Tampil di WWF

  • www.nusabali.com-inovasi-karya-anak-bangsa-tampil-di-wwf

Bima Sakti Alterra (BSA) memamerkan kemampuan dan kontribusinya dalam mendukung PDAM melalui Internet of Things (IoT).

MANGUPURA, NusaBali - Inovasi teknologi karya anak bangsa mendapat perhatian dalam agenda World Water Forum (WWF) ke-10 di BNDCC Kawasan The Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Kamis (23/5) siang. Perusahaan yang sudah 14 tahun berkecimpung di bidang teknologi air, yaitu Bima Sakti Alterra (BSA) memamerkan kemampuan dan kontribusinya dalam mendukung Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melalui Internet of Things (IoT).

“Produk kami sebenarnya adalah data. Kami menunjukkan bagaimana data tersebut bisa divisualisasikan untuk membantu PDAM mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat,” ujar Putri Respati, Direktur BSA.

Putri Respati mengatakan, memiliki misi untuk membantu PDAM dalam mengelola bisnis proses dan distribusi air secara lebih efisien. Dimulai dengan aplikasi untuk monitoring bisnis proses, perusahaan tersebut terus berinovasi dan dalam empat tahun terakhir telah mengembangkan sistem monitoring distribusi air yang menggunakan teknologi IoT.

Masih menurut Putri Respati, telah bermitra dengan 100 PDAM di seluruh Indonesia, meskipun tingkat adopsi teknologi IoT berbeda-beda di setiap wilayah. Termasuk Kabupaten Badung, yang mana implementasi IoT masih belum optimal karena baru pada tahap administratif saja. “Namun, di Gianyar teknologi kami sudah digunakan secara penuh. Kami berharap untuk dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi ini di PDAM Badung dalam waktu dekat,” harapnya.

Dari pantauan NusaBali, stand BSA di WWF juga dikunjungi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Kunjungan itu turut menjadi momen penting bagi BSA untuk memperlihatkan kemampuan teknologi lokal dalam mengatasi tantangan air di Indonesia. “Pak Basuki sangat mendukung produk anak bangsa dan saya sangat senang bisa menunjukkan bahwa Indonesia mampu menciptakan teknologi sendiri,” ungkap Putri Respati dengan bangga.

Melalui partisipasinya di WWF, Putri Respati berharap BSA dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Putri Respati menilai, dalam mengatasi krisis air tidak bisa dilakukan sendiri, tetap membutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak, terutama dengan PDAM. Partisipasi di ajang ini diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan mitra-mitra baru dan meningkatkan adopsi teknologi BSA di seluruh Indonesia. “Mengatasi krisis air tidak bisa dilakukan sendirian. Kami butuh kolaborasi dengan banyak pihak, terutama dengan PDAM,” harapnya. 7 ol3

Komentar